TOUNA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tojo Una-Una (Touna) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) selama tahun 2021 berhasil melakukan rehabilitasi kepada 44 orang pengguna narkoba di daerah itu.

“Data realisasi itu malampaui target yang kami tetapkan untuk tahun 2021 yakni sebanyak 40 orang. Jumlah itu naik dibanding tahun 2020 yakni target sebanyak 20 orang,” kata Kepala BNNK Touna, AKBP Djohansah Rahman dalam rilis akhir tahun 2021, di Kantor BNNK Touna, Kamis (30/12).

Djohansyah menyebutkan, rehabilitasi ke 44 orang pengguna Narkoba tersebut dilakukan di Klinik Rehabilitasi milik BNNK Touna dengan status rawat jalan.

“Mereka yang direhabilitasi merupakan pasien rawat jalan dan merekan melakukan rehabilitas atas kemauan sendiri,” ujarnya.

Pihaknya kata Djohansyah melalui seksi rehabilitasi terus melakukan pendampingan serta konseling dan pemantauan terhadap pasien atau pengguna yang direhibilitasi secara rutin. Hal ini guna melihat perkembangannya dan efektifitas terhadap rehabilitasi yang dilakukan tim rehabilitasi.

“Kita bersyukur dari rehabilitasi yang dilakukan tim rehabilitas yang ada di klinik BNNK Touna, tingkat keberhasilan pemulihan pasien sangat baik dan berangsur-angsur pasien meninggalkan penggunaan narkoba, ” jelasnya.

Meski begitu sebut Djohansyah, bukan berarti pihaknya berbangga hati atas keberhasilan tersebut, justru pihaknya terus melakukan pendampingan dan pemantauan agar pasien tidak lagi menggunakan narkoba setelah direhabilitasi.

“Dukungan dan keterlibatan keluarga pasien sangat dibutuhkan, agar yang bersangkutan tidak lagi menggunakan narkoba dikemudian hari,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi, Annisa, S.Far, Apt mengungkapkan, dari 44 orang pasien yang mengikuti rehabilitasi di klinik BNNK Touna berasal dari berbagai jenis pekerjaan, seperti IRT, PNS, swasta, wiraswasta, pelajar dan pedagang ikan, petani dll.

“Untuk IRT sebanyak tiga orang, PNS satu orang, swasta tujuh orang, wiraswasta lima orang, buruh bangunan satu orang, nelayan atau penjual ikan dua orang, petani dua orang, pelajar 11 orang dan tidak bekerja 12 orang,” bebernya.

Dia menambahkan, sedangkan berdasarkan data jenis kelamin pasien yang direhabilitasi yakni laki – laki sebanyak 25 orang dan perempuan sebanyak 19 orang.

“Untuk tahun 2021 ini jika dilihat dari jenis kelamin perempuan cukup banyak, dibanding tahun sebelumnya hanya berkisar lima hingga 10 orang yang mengikuti rehabilitasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, peningkatan rehabilitasi berdasarkan jenis kelamin perempuan tersebut tersebut didapatkan secara acak saat dilakukan inspeksi mendadak (Sidak) di kos -kosan dan kegiatan konseling serta adanya program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang dilaksnakan oleh BNNK Touna.

“Rehabilitas dianggap berhasil atau dinyatakan pulih total, jika orang yang direhabilitasi tidak menggunakan narkoba selama enam bulan. Sedangkan rehabilitasi melalui rawat jalan dilakukan dua hingga tiga bulan dan indikatornya dilihar dari hasil tes urinenya,” tandasnya.

Reporter : Rahman
Editor: Nanang