SIGI – Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sigi melalui Kasipendis, melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dimulai Senin 27 September 2022. Sebelum PTM dilakukan tersebut, Kemenag Sigi melaksanakan doa bersama melalui zoom meeting, melibatkan 16 Madrasah Aliyah Swasta (MAS) dan satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sigi, 30 Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) serta 13 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) dan satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN)

Kepala seksi pendidikan Islam (KasiPendis) Yahya A.Landua mengatakan, doa bersama belum lama ini dan dihadiri langsung Kepala Kemenag Sigi As’ad Latopada. Dalam pertemuan itu As’ad mengapresiasi kegiatan PTM yang dilakukan, dan yang tentunya sesuai teknis pelaksanaan pembelajaran di madrasah dibagi dua sesi yakni 50 persen.

“Dengan digelarnya doa bersama ini dapat memberikan keselamatan kita semua, dari bahaya pendemi Covid-19,” harapnya.

Saat ini lanjutnya, Kabupaten Sigi sudah berada di level 2 yang tentunya diharapkan, hal ini akan tetap kembali normal, dan kegiatan proses belajar mengajar tatap muka akan kembali terlaksana seperti biasanya.

Hadir juga dalam zoom meeting ini, 3 Raudathul Atfal (RA), ketua Pokjawas (pengawas), serta guru SD, SMP dan SMA dan siswa se Kabupaten Sigi.

Kepala seksi Pendidikan Islam Yahya A.Landua, mengatakan, para Kepala madrasah (Kamad) dan guru dalam pembelajaran PTM ini, diharapkan tetap melakukan vaksinasi, sehingga dapat memberikan kekebalan tubuh dalam menghadapi siswa pada pembelajaran tatap muka nantinya.

“Pemerintah daerah saat ini tengah gencar mengajak warga untuk vaksinasi, dan sudah membuka gerai vaksin di beberapa tempat di Sigi, sehingga memudahkan warga untuk datang yang belum dilakukan suntik vaksin,” ajaknya.

Yahya juga mengimbau para guru untuk selalu menjaga kesehatan, dengan memperhatikan Prokes. Ini juga akan sangat diberlakukan di lingkup sekolah, dengan mengatur kursi siswa agar tidak terjadi kerumunan. Demikian pula sampai akhir masa pembelajaran di sekolah.

“Sesuai petunjuk tekhnis pembelajaran tatap muka itu dimulai jam 08.00 sampai jam 10.00. Selanjutnya sesi kedua jam 10.00 sampai jam 12.00 dengan tidak melakukan jam istirahat, dan para guru serta siswa untuk membawa bekal masing-masing dari rumah,” ucapnya.

Reporter: Hady/Editor: Nanang