PALU – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu memamerkan sejumlah koleksi bersejarah di acara Kampung Baru Fair Lebaran Mandura, yang digelar Sabtu (1/7) hingga Selasa (3/7).

Salah satu yang dipamerkan dan menarik perhatian anak muda, yakni Stamboom Magau Palu atau Silsilah Kerajaan Palu yang disusun oleh pemerintah Belanda sejak 30 Juli 1927.

Sejumlah foto/gambar tokoh berpengaruh yang bearasal dari Kampung Baru dan pengurus Masjid Djami tempo dulu pun turut menjadi hiasan dinding.

Plt Kepala Dinas Kerasipan dan Perpustakaan Kota Palu, Muhammad Ramli menuturkan, koleksi sisilah kerajaan Palu itu didapatkan dari salah satu Dosen Ekonomi Univeristas Tadulako Amirudin Rauf, yang secara sukarela menyerahkan melalui proses serah terima status.

Ramli juga menambahkan, koleksi tersebut masih asli buatan di zaman pemerintah Belanda.

“Kerajaan Palu dari zaman Belanda tahun 1927, kalau tadinya kan talipat-lipat. Ini dari Amirudin Rauf Dosen Ekonomi Untad diserahkan jadi arsip. Melalui proses arsip statis, masih aslinya ini, ini beberapa koleksi raja pertama kedua,” jelas Ramli, Ahad (2/7).

Lebih lanjut Ramli menjelaskan, susunan silsilah kerajaan Palu itu ditulis oleh pemerintah Belanda melalui petunjuk keluarga kerajaan.

Untuk menjaga agar kertas silsilah tersebut tidak rusak dimakan zaman, pihaknya telah melapis dan membingkainya sehingga bisa bertahan lebih lama.

“Dilapis sehingga kertasnya patah-patah, stambum ini bahasa belanda silsilah. Ini buatan Belanda tapi disusun berdasarakan data dari keluarga kerajaan Palu. Ketiga kerajaan di lembah Palu semua ada keterkaitanya mulai dari kerajaan Palu, Tatanga dan Tawaeli,” tuturnya. (NANANG IP)