PALU – Jelang H-1 bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah, harga sayur sawi hingga ayam potong di tingkat pasar melonjak naik.

Ibu Hasmawati warga di Jalan Jati, Kelurahan Tavanjuka mengatakan, harga kebutuhan pokok dipasar H-1 masih normal. Hanya saja yang melonjak naik harganya yakni sayur sawi harganya mencapai Rp6 ribu perikat, sebelumnya harganya hanya Rp 2 ribu rupiah perikatnya.

Selain sayur sawi, harga ayam potong ikut mengalami kenaikan harga.

“Baru kali harga sayur sawi melambung betul harganya. Biasanya paling mahal 2500 perikatnya atau 2 ribu perikat tapi tadi harganya sangat mengejutkan mencapai Rp 6 ribu perikat,” ujar Hasmawati kepada MAL online, Senin (12/4).

Menurut Hasmawati, selain itu ayam potong pun ikut melambung tinggi. Harganya memasuki H-1 bulan suci Ramadhan. Padahal stok ayam di pasar sangat banyak.

“Ayam potong tadi sudah naik, harganya biasanya saya beli yang harga 50 ribu perekor sekarang jadi 60 ribu. Yang biasanya saya beli 65 ribu sekarang jadi 75 ribu. Sudah begitu harganya, ya mau diapa dibeli saja,” ujarnya.

Salah seorang pedagang ayam potong di Jalan Suharso Besusu Barat, Ummu Arafah mengatakan, stok ayam potong tadi mereka siapkan tidak banyak, karena harganya yang mereka beli memang mahal dari perusahaan.

“Tadi cepat habis ayam potongnya, kami tidak stok banyak. Takutnya memberatkan pembeli. Resiko juga kalau ayam mati, lama di RPA bobotnya bisa turun,” jelasnya.

Sementara untuk harga daging sapi di pasar Inpres Manonda masih stabil di harga 120 perkilogram.

Untuk harga sayur mayur dan bumbu dapur lainnya, juga masih stabil. Harga juga masih normal tidak mengalami kenaikan harga.

Rep: Irma/Ed: Nanang