Semangat berislam tumbuh menggeliat di kalangan milineal. Anak-anak  muda kekinian, tampil dengan gaya hidup Islami yang lebih luwes. Pakaian yang kekinian namun dianggap tidak melanggar syariat, atau mendengar pengajian ustad  namun tidak dianggap ketinggalan zaman.

Setidaknya itu yang dapat dilihat dari pemandangan acara “Sharesmile, Kolaborasi Pemuda”. Ribuan muslim yang didominasi anak-anak muda ini, menyemut di Lapangan Vatulemo, yang digelar oleh Pemuda Pancasila Sulawesi Tengah, Senin (4/12).

Semakin wajar dihadiri banyak anak muda, sebab acara ini dihadiri oleh para selebriti ibu kota, yang dikenal telah berhijrah, seperti Teuku Wisnu, Riki Harun, Ari Untung, Dimas Seto dan Rizal ‘Armada’.  Hadir juga beberapa atlit nasional.

Tapi mereka di sana rupanya bukan sebagai pengisi utama acara ini. Ada empat ustad muda sebagai pembawa taushiyah, yaitu Hanan Attaki, Salim A Fillah, Habib Anies Shahab dan Lukmanul Hakim.

Acara ini dipandu seorang host yang merupakan bagian dari rombongan dakwah ini. Keempat dai ditanyai oleh host sebagaimana talkshow.

Keempat dai ini pun tampil dengan gaya khas masing-masing. Ustad Hanan Attaki, dengan mengenakan  kemeja, celana jeans, dan kupluk. Sementara Ustad Salim tampil dengan mengenakan batik sebagaimana  kebiasaannya. Habib Anis bergaya Arabi dengan mengenakan gamis, sedangkan Luqmanul Hakim tak kalah santai dengan jeans, kemeja dan topi basball.

Malam itu, keempat ustad membahas soal musibah. Agar antusias,  Ustad Salim A Fillah menggiring para milineal ini histeria dengan menyebut nama artis.

“Kalau yang ngomong i love you, Teuku Wisnu, senang atau nggak? Kalau yang ngomong i love you Ricky Harun senang atau nggak? Kalau yang ngomong i love you Dimas Seto senang atau nggak? Kalau yang ngomong Ari Untung senang atau tidak?” pengantar ini disambut sorak jamaah.

“Bayangkan bahwa Ikhwan Akhwat, yang  mengatakan sayang, kepada orang-orang yang besabar adalah penciptanya Teuku Wisnu, penciptanya Ari Untung, penciptanya Ricky Harun, penciptanya Dimas Seto. Penciptanya Alam semesta, Allah yang berfirman “Wallahu yuhibbu shobirin, Allah cinta kepada oang-orang sabar. Maka Allah cinta kepada orang-orang Palu, orang-orang yang mendapatkan musibah besar. Tetapi tabah, tetapi tangguh tetapi bangkit!” kata Ustad Salim disambut pekik takbir.

Selanjutnya para asatiz menyampaikan pendapat masing-masing soal musibah, tak kalah jauh memukau, terkesan “selera anak muda”.

Acara ditutup dengan doa dari Habib Sholeh Alydrus (Habib Rotan). Habib Rotan sebelum berdoa berpesan agar para dai ini, tidak hanya sekali ini berkunjung ke Palu.

“Kegiatan-kegiatan dakwah seperti ini perlu kita dukung.Dan mudah-mudahan ustad-ustad kita ini yang sudah berkunjung dayang ke Palu akan dipanjangkan umur oleh Allah. Dan mudah-mudahan jangan Cuma satu kali ini, mudah-mudahan bisa sebulan sekali! Amin,” harap Habib.

Saat bubar, seluruh artis, atlit, dai dan panitia berdiri tampil di panggung utama, lalu dihibur penampilan raper asal Bandung, Ebit Beat A, dengan judul .