Sejumlah wilayah di Provinsi Sulteng baru saja ditimpa musibah bencana alam, berupa gempa bumi, tsunami dan likuifaksi. Salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Kota Palu.

Di saat yang sama, Kota Palu beserta seluruh daerah lainnya di Indonesia, juga sedang berhadapan dengan tahun politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) serentak, tahun 2019.

Di masa-masa seperti ini, tentu banyak gejolak yang timbul di tengah masyarakat, yang dikhawatirkan bisa mengganggu jalannya Kamtibmas.

“Ada banyak hal yang perlu kita waspadai di masa-masa pemulihan pascabencana ini, yang tentunya memiliki kaitan dengan tahun politik yang bisa saja mengganggu keamanan dan kenyamanan di tengah masyarakat,” kata salah satu tokoh pemuda Kota Palu, Tezar Abdul Gani, pecan lalu.

Untuk itu, dia mengajak, sekaligus mengimbau agar masyarakat dan politisi tetap menjaga situasi agar tetap aman serta menghindari politik berbau SARA yang dapat memecah belah bangsa.

“Kami mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk saling mengingatkan dan menjaga situasi yang sudah terjaga ini serta tidak mudah menerima segala bentuk berita hoax dan mengutamakan kroscek informasi yang ada,” ajaknya.

Dia juga mengungkapkan bentuk supportnya kepada warga Palu, Donggala dan Sigi agar bisa cepat bangkit dan kuat dalam menghadapi musibah ini. ***