PALU, MAL- Beberapa pekan terakhir, terjadi dinamika di Yayasan Pendidikan Panca Bhakti Sulawesi Tengah. Persoalannya yaitu pembayaran honorarium dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Universitas Abdul Azis Lamadjido (Unazlam) Palu belum seluruhnya terselesaikan.

Karena itu, sejumlah dosen yang tergabung dalam Aliansi Dosen dan Tenaga Kependidikan yang menyoroti tunggakan honorarium sejak Juni 2026, dengan menggelar petisi.

Hal itu diakui pihak yayasan. Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan Panca Bhakti, Rusman Lamakasusa, mengatakan sebagian honor telah dibayarkan, sementara pembayaran lainnya masih dalam proses penyelesaian secara bertahap.

“Sudah ada yang dibayarkan, tetapi memang belum seluruhnya terselesaikan. Saat ini masih ada proses yang sedang kami jalankan untuk memenuhi kebutuhan para tenaga pendidik,” kata Rusman di Gedung Unazlam Palu, Jalan Suharso, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Rabu (23/9).

Rusman mengatakan, tidak seluruh dosen terlibat dalam rencana penghentian aktivitas mengajar. Menurutnya, sebagian besar dosen masih menjalankan perkuliahan seperti biasa.

“Tidak semua fakultas yang tidak mengajar. Sampai hari ini mereka masih mengajar, hanya sebagian Fakultas Ekonomi,” ujarnya.

Wakil Rektor I Unazlam bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Livawanti, mengatakan persoalan pembayaran honorarium menjadi bagian dari evaluasi bagi perguruan tinggi untuk melakukan pembenahan.

“Ini dinamika hampir semua perguruan tinggi swasta, cuma mungkin tidak terekspos. Ini akan saya selesaikan dulu,” katanya.

Livawanti juga menyebut keberadaan Aliansi Dosen dan Tendik dapat menjadi bagian dari kontrol internal di lingkungan kampus.

“Teman-teman aliansi ini adalah penyeimbang sehingga kita tidak monoton. Sekarang ini perkuliahan tetap jalan,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Wakil Rektor II yang juga Dekan Fakultas Ekonomi Unazlam, Abd Rahman Taher, mengatakan pihak universitas melakukan penataan kembali jadwal mengajar untuk memastikan kegiatan akademik tetap berlangsung.

“Jadwal mengajar kami tata kembali. Siapa saja dosen yang mampu menampung mata kuliah tersebut, sehingga proses pembelajaran tetap berjalan lancar,” ujarnya.

Terkait honorarium, Abd Rahman mengatakan pembayaran dilakukan secara bertahap. Prioritas diberikan kepada dosen yang memiliki tugas struktural, kemudian dilanjutkan kepada dosen lainnya.

Ia juga menjelaskan terdapat perbedaan komponen pembayaran antara dosen penerima sertifikasi dan dosen yang memiliki tugas struktural di universitas.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unazlam, Dr. Zubair, menegaskan dinamika tersebut tidak mewakili seluruh fakultas di lingkungan Unazlam.

Menurutnya, kegiatan akademik di sejumlah fakultas tetap berjalan seperti biasa.

“Jangan sampai dinamika ini seolah-olah membawa nama tujuh fakultas. Ini hanya aliansi yang didominasi teman-teman dari Fakultas Ekonomi dan Pertanian,” katanya.

Ia menyebut FISIP, Fakultas Pertambangan, Administrasi, Kesehatan, Hukum, serta Ekonomi Bisnis tetap menjalankan kegiatan akademik.

“Enam fakultas tidak terpengaruh dengan dinamika tersebut. Perkuliahan tetap berjalan,” ujarnya.