PALU, MAL – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Deteksi Dini Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan se-Kota Palu pada Rabu (29/7).

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kapasitas FKDM dalam Mewujudkan Deteksi Dini yang Efektif dan Bersatu di Kota Palu” ini, Imelda menekankan peran FKDM Palu sebagai deteksi dini dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, terutama terkait peningkatan kriminalitas remaja.

Imelda menyampaikan apresiasi kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu yang terus mendorong penguatan kapasitas FKDM.

Menurutnya, keberadaan FKDM memiliki peran penting dalam mendeteksi berbagai potensi persoalan di tengah masyarakat sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Atas nama Pemerintah Kota Palu, saya secara pribadi menyampaikan apresiasi yang sangat baik kepada kegiatan pada hari ini, khususnya kepada Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat,” ujar Imelda Liliana Muhidin.

Dalam kesempatan tersebut, Imelda mengingatkan bahwa tantangan keamanan saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Berbagai bentuk kejahatan terus mengalami perubahan, sehingga dibutuhkan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.

Wakil wali kota mengungkapkan keprihatinannya karena sejumlah pelaku tindak kriminal belakangan didominasi oleh kelompok usia muda.

Oleh sebab itu, kata dia, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, maupun tokoh adat diharapkan mengambil peran lebih aktif dalam membina karakter generasi muda agar tidak mudah terjerumus ke dalam perilaku menyimpang.

“Tingkat kriminalitas sekarang berbeda dengan 20 tahun lalu atau bahkan 10 tahun lalu. Teknologi semakin canggih, sehingga kita juga harus semakin waspada. Yang memprihatinkan, banyak pelaku tindak kriminal justru berasal dari kalangan usia muda. Karena itu, peran tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh adat sangat dibutuhkan dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda,” tutur Imelda.

Ia juga menyoroti beberapa kasus kriminal yang terjadi di Kota Palu dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari peristiwa di kawasan Nunu dan Anoa hingga kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Duyu.

Menurutnya, kejadian-kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan masyarakat harus terus diperkuat melalui peran FKDM Palu deteksi dini yang efektif.

Dia menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah yang paling efektif dalam menekan potensi gangguan keamanan. Karena itu, pembinaan terhadap anak-anak dan remaja harus dilakukan secara berkelanjutan melalui lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Penguatan kapasitas deteksi dini dan tindakan pencegahan menjadi kunci utama.

“Kalau anak-anak ini tidak dibina dari awal dan tidak diberikan penguatan-penguatan yang positif, maka mereka akan lebih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat,” jelas Imelda Liliana Muhidin.

Menutup arahannya, Wakil Wali Kota berharap FKDM terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat guna membangun sistem deteksi dini yang responsif dan efektif.

“Saya berharap dari forum ini akan tercipta sinergi yang baik dan kolaborasi yang kuat antara masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan begitu, berbagai potensi gangguan dapat dideteksi sejak awal sehingga keamanan dan ketertiban di Kota Palu tetap terjaga,” tutup Imelda. ***