PALU, MAL – Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa, melepas peserta QRIS Jelajah Kuliner 2026 Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (11/07), di Lapangan Vatulemo, Kota Palu.
Kegiatan yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah ini bertujuan mempercepat digitalisasi sistem pembayaran dan memperkuat ekosistem ekonomi digital, sekaligus mempromosikan kuliner khas daerah.
Pemerintah Kota Palu mengapresiasi Bank Indonesia Sulawesi Tengah atas program inovatifnya yang mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Program ini dinilai mampu mendukung transformasi digital, khususnya dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan QRIS.
“Pemerintah Kota Palu mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah atas program-programnya yang mendukung transformasi digital, khususnya dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan QRIS,” kata Rahmad Mustafa.
Ia menambahkan, QRIS Jelajah Kuliner bukan sekadar kompetisi, melainkan gerakan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner lokal dan membiasakan masyarakat menggunakan sistem pembayaran digital yang cepat, mudah, aman, dan efisien.
Transformasi digital merupakan keniscayaan yang harus direspons seluruh pelaku usaha, khususnya UMKM. Hal ini agar mereka mampu meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Pemerintah Kota Palu terus mendukung upaya digitalisasi yang dilakukan Bank Indonesia. Langkah ini sejalan dengan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Pemerintah Kota Palu yang mendorong pemanfaatan transaksi nontunai di berbagai sektor.
“Pemerintah Kota Palu berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan memperkuat perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan transaksi digital,” ujar Rahmad.
Rahmad berharap, kegiatan ini menjadi momentum untuk lebih memperkenalkan kuliner khas Kota Palu dan Sulawesi Tengah kepada masyarakat luas. Selain itu, ia berharap dapat meningkatkan omzet pelaku UMKM serta memperkuat posisi Kota Palu sebagai daerah yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.
Sebanyak 10 tim yang telah melalui proses seleksi ambil bagian dalam kompetisi ini untuk mempromosikan kekayaan kuliner Indonesia, khususnya kuliner khas Sulawesi Tengah. Tim-tim terbaik nantinya akan mewakili Sulawesi Tengah pada kompetisi tingkat wilayah hingga berkesempatan melaju ke tingkat nasional. ***

