POSO, MAL – Lebih dari satu setengah tahun setelah terbunuhnya Shalsha alias Caca, seorang remaja di Poso, penyidik kepolisian belum menetapkan tersangka.
Lambatnya pengungkapan kasus pembunuhan ini memicu desakan publik dan keluarga korban agar proses hukum segera dipercepat.
Kantor Advokat dan Bantuan Hukum Celebes Legal Center (CLC) kini mendampingi keluarga korban dalam pencarian keadilan.
Pendiri CLC, Albert Sinay, bersama ibu kandung Caca, Nina Sulelino, telah mendatangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Poso untuk menanyakan perkembangan penanganan perkara ini.
Albert Sinay menjelaskan, penyidik masih mendalami keterangan tujuh saksi dan menganalisis rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian Caca.
Kata dia, keterangan para saksi juga diperkuat dengan pendapat ahli forensik dan psikologi untuk memperkuat konstruksi perkara.
“Saat ini masih ada tujuh saksi yang terus didalami, keterangan mereka diperkuat dengan pendapat ahli forensik dan psikologi. Kami berharap proses ini segera menghasilkan penetapan tersangka,” kata Albert Sinay kepada wartawan, Sabtu (11/07).
Albert Sinay menekankan agar kasus pembunuhan Caca ini tidak luput dari perhatian publik.
Menurutnya, dukungan masyarakat sangat penting agar penegakan hukum berjalan maksimal dan memberikan kekuatan moral bagi keluarga korban yang masih menanti keadilan.
“Masyarakat jangan sampai menolak lupa terhadap kasus ini. Kami berharap dukungan moral dan doa terus mengalir untuk Ibu Nina Sulelino, serta perkara ini tetap menjadi perhatian Kapolres Poso, Kapolda Sulawesi Tengah hingga Kapolri,” kata Albert Sinay.

