PALU, MAL – Pengurus Besar (PB) Alkhairaat mengadakan rapat penting di Gedung PB Alkhairaat, Palu, Sabtu 11/07, untuk mematangkan pelaksanaan Milad ke-99 Alkhairaat sekaligus memulai persiapan Satu Abad Alkhairaat yang monumental.
Rapat dipimpin Ketua Umum PB Alkhairaat HS. Mohsen Alaydrus. Mohsen menekankan agar seluruh elemen organisasi bekerja maksimal demi suksesnya rangkaian Milad ke-99 Alkhairaat.
Ia menyampaikan beberapa langkah teknis yang harus segera ditindaklanjuti. Ini mencakup percepatan pemasangan publikasi, penyelesaian undangan, penataan sekretariat panitia, serta penguatan publikasi melalui media sosial di lingkungan sekolah-sekolah Alkhairaat.
Mohsen juga menyoroti kesiapan konsumsi, kebersihan kawasan Alkhairaat, pengaturan pedagang kaki lima (PKL), parkir, penerangan, hingga sistem pengeras suara untuk doa dan zikir. Kebersihan kompleks Alkhairaat tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas, mengingat lebih dari 3.000 santri beraktivitas di sana. Oleh karena itu, semua sekolah dan pimpinan diminta berpartisipasi aktif menjaga kebersihan dan mendukung kelancaran Milad.
“Setiap sekolah diharapkan berpartisipasi dalam doa, zikir, maupun seluruh rangkaian Milad. Kita harus serius dan konsisten agar kegiatan ini terlaksana maksimal,” kata HS. Mohsen Alaydrus, Ketua Umum PB Alkhairaat.
Selain membahas agenda Milad ke-99, rapat berlanjut dengan fokus utama pada persiapan Satu Abad Alkhairaat.
Pembentukan kepanitiaan harus segera dilakukan, mengingat besarnya skala kegiatan yang dirancang sebagai agenda nasional.
Peringatan satu abad Alkhairaat memiliki dua acuan waktu, yaitu berdasarkan kalender Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 2027 dan kalender Masehi yang terkait dengan momentum Muktamar pada rentang 2028 hingga 2030.
Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat Jamaluddin Mariadjang, Mohammad Adam, serta Ketua Umum Wanita Islam Alkhairaat (WIA) Pusat Sy. Saihun bin Abdillah Aljufri, bersama sejumlah kepala Madrasah di lingkungan Alkhairaat.

