PALU, MAL – Pemerintah Provinsi Sulteng melalui Dinas Pendidikan mulai memproses pembayaran Program Beasiswa Berani Cerdas bagi sekitar 1.600 mahasiswa baru Universitas Tadulako (Untad) Tahun Akademik 2026 yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Program Beasiswa Berani Cerdas merupakan bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Provinsi Sulteng yang bertujuan meningkatkan akses, pemerataan, dan kualitas pendidikan. Program ini menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari mahasiswa S1 melalui jalur afirmasi bagi keluarga kurang mampu dan jalur prestasi akademik, hingga beasiswa S2, S3, pendidikan dokter spesialis, bantuan penyelesaian studi, serta bantuan bagi siswa kurang mampu dan tenaga pendidik.
Penanggung Jawab sekaligus Koordinator Program Berani Cerdas Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Sintia Dewi Mateka, mengatakan proses pembayaran diprioritaskan karena Juli 2026 merupakan batas waktu pembayaran biaya pendidikan di sejumlah perguruan tinggi, khususnya Universitas Tadulako.
“Untuk saat ini kami sedang memproses pembayaran sekitar 1.600 mahasiswa baru hasil seleksi SNBP dan SNBT. Sementara mahasiswa yang diterima melalui jalur seleksi mandiri masih menunggu data,” ujar Sintia Dewi Mateka saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/7).
Sintia Dewi menjelaskan, bagi mahasiswa di luar Universitas Tadulako, status pada akun yang menunjukkan verifikasi perguruan tinggi menandakan data telah diverifikasi oleh pihak kampus dan divalidasi oleh Dinas Pendidikan.
Namun, ia menegaskan status tersebut bukan berarti dana beasiswa sudah dicairkan.
“Saat status di akun sudah sampai verifikasi perguruan tinggi, bukan berarti pembayaran sudah selesai. Dinas masih melakukan penarikan data, mengirimkan data ke perguruan tinggi, dan kampus masih melakukan proses verifikasi serta validasi,” jelasnya.
Menurutnya, perguruan tinggi akan memastikan tiga hal sebelum pembayaran dilakukan, yakni mahasiswa telah aktif melakukan daftar ulang atau berstatus aktif sebagai mahasiswa baru, tidak menerima beasiswa dari sumber lain, serta memenuhi persyaratan akademik, termasuk verifikasi IPK bagi penerima yang dipersyaratkan.
Ia pun mengimbau seluruh calon penerima Beasiswa Berani Cerdas agar tidak khawatir apabila pembayaran belum masuk karena seluruh data masih diproses secara bertahap sesuai hasil verifikasi dari masing-masing perguruan tinggi.
“Dinas Pendidikan terus berkoordinasi dengan perguruan tinggi agar proses penyaluran Beasiswa Berani Cerdas dapat berjalan tepat sasaran dan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

