PALU, MAL – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sedang memperkuat pengendalian inflasi melalui pengembangan platform digital inovatif, aplikasi ‘Satu Harga’.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari program BERANI Murah yang bertujuan untuk menjamin keseragaman harga dan kestabilan pasokan bahan pokok di seluruh wilayah Sulteng, seperti disampaikan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido pada Kamis (09/07) dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Menurut Wagub Reny, aplikasi ‘Satu Harga’ ini akan dilengkapi dengan fitur Early Warning System (EWS) yang terintegrasi. Fitur ini dirancang khusus untuk membantu TPID dalam mengetahui potensi pengendalian inflasi yang dipicu oleh fluktuasi komoditas strategis, memungkinkan respons yang lebih cepat dan efektif.

“Supaya teman-teman TPID bisa lebih cepat bertindak,” kata Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, menegaskan pentingnya sistem peringatan dini untuk mencegah inflasi sejak awal.

Pada kesempatan Rakor tersebut, Wagub Reny juga mendorong seluruh TPID, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, untuk aktif meningkatkan produksi komoditas strategis. Komoditas seperti cabai, yang kerap menjadi penyumbang inflasi.

Instruksi khusus diberikan untuk pembagian bibit cabai kepada masyarakat. Hal ini diharapkan dapat memberdayakan warga untuk memanfaatkan pekarangan rumah mereka sebagai area tanam produktif, sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal.

Selain itu, optimalisasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah dipandang sangat signifikan. Kedua program ini diyakini mampu menekan harga komoditas ketika mulai menunjukkan tren kenaikan, sehingga menjaga stabilitas harga di pasar.

Wagub juga menekankan perlunya penguatan kerja sama antardaerah. Kolaborasi ini krusial untuk menjaga ketahanan pasokan di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, terutama mengingat posisinya sebagai salah satu daerah penghasil beras utama di Sulawesi.

“Dahulukan dulu kebutuhan lokal kita terpenuhi baru dikirim ke daerah lain,” tukasnya, menekankan prioritas pemenuhan kebutuhan komoditas strategis di tingkat lokal sebelum mendistribusikannya ke wilayah lain.

Rapat koordinasi penting ini juga diikuti secara daring oleh jajaran TPID Kabupaten dan Kota se-Sulawesi Tengah, menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. ***