PALU, MAL – Wali Kota Palu Hadianto Rasyid meninjau lahan budidaya bawang merah bagian dari Program Kelurahan Menanam di Kelurahan Duyu, Rabu (8/7). Kunjungan ini mengevaluasi progres program ketahanan pangan daerah dan memastikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Hadianto Rasyid didampingi Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo dan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu Rahmad Mustafa. Rombongan disambut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu Lukman, Lurah Duyu, koordinator Program Kelurahan Menanam, serta petani dan masyarakat setempat.
Peninjauan bertujuan melihat langsung perkembangan budidaya bawang merah dan implementasi Program Kelurahan Menanam. Program ini merupakan salah satu strategi Pemerintah Kota Palu dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Hadianto Rasyid menekankan, Program Kelurahan Menanam mendorong pemanfaatan lahan belum produktif agar menghasilkan manfaat luas bagi masyarakat. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan produksi pangan, tetapi juga dari dampak ekonomi bagi warga pengelola Program Kelurahan Menanam.
“Saya berharap Program Kelurahan Menanam dikelola lebih baik lagi. Jangan hanya menghasilkan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat yang rentan pangan, tetapi juga mampu memberikan peningkatan pendapatan bagi para pelakunya. Program ini harus dikelola dengan orientasi profit,” kata Hadianto Rasyid.
Hadianto menjelaskan, orientasi keuntungan memastikan program dapat terus berkembang dan memberikan manfaat berkesinambungan, bukan semata mengejar nilai ekonomi. Dia menerangkan, Program Kelurahan Menanam dijalankan dengan konsep Kelurahan Tematik. Seluruh kelurahan diarahkan mengembangkan komoditas pertanian unggulan.
Dari 46 kelurahan di Kota Palu, setiap kelurahan akan mengelola satu dari lima komoditas unggulan yang ditetapkan pemerintah. Dengan pembagian ini, setiap komoditas akan dikembangkan oleh sekitar sembilan hingga sepuluh kelurahan.
Jika setiap kelurahan mengelola lahan seluas satu hektare, maka budidaya setiap komoditas akan mencapai sembilan hingga sepuluh hektare. Ini akan meningkatkan kapasitas produksi pangan Kota Palu.
Peningkatan produksi ini diharapkan menjaga ketersediaan pasokan pangan, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan membantu mengendalikan inflasi melalui stabilitas harga komoditas. Program ini diharapkan berkontribusi besar.
Selain memastikan budidaya optimal, Wali Kota juga meminta perangkat daerah terkait membangun sistem pemasaran terpadu. Ini agar hasil panen masyarakat terserap baik.
“Pemerintah harus mengurus dari awal penanaman sampai pemasaran. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memperoleh kepastian pasar. Ini akan memastikan program benar-benar memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” kata Hadianto Rasyid. ***

