PALU, MALEtos ID Wilayah Palu resmi melepas Awardee Angkatan 2022 setelah menuntaskan masa pembinaan selama empat tahun. Melalui kegiatan bertajuk “From Struggle to Legacy” yang digelar di Smart Room Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad), Ahad (5/7).

Para awardee dinyatakan siap melanjutkan pengabdian dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan Lepas Juang tersebut dihadiri jajaran pembina, mitra perguruan tinggi, Tim Nasional Etos ID, alumni, serta awardee lintas angkatan.

Momentum ini menjadi penanda berakhirnya proses pembinaan yang telah berlangsung sejak 2022 sekaligus awal perjalanan baru bagi para penerima beasiswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan, integritas, dan kepedulian sosial yang telah dibangun selama empat tahun.

Fasilitator Etos ID Wilayah Palu, Muh. Shadiq Muntashir, mengatakan proses pembinaan di Etos ID tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kepemimpinan yang akan menjadi bekal para awardee dalam mengabdi kepada masyarakat.

Menurutnya, Lepas Juang bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menghadirkan kebermanfaatan di mana pun para awardee berada.

“Empat tahun ini bukan hanya tentang menyelesaikan masa pembinaan. Ini adalah proses menempa karakter, membangun cara berpikir, melatih kepemimpinan, serta belajar memberi makna bagi sesama. Lepas juang bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menghadirkan kebermanfaatan di mana pun berada. Legacy terbaik bukanlah nama yang dikenang, melainkan nilai yang terus hidup melalui karya dan pengabdian,” ujar Muh. Shadiq Muntashir.

Apresiasi terhadap program pembinaan Etos ID juga disampaikan Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Untad, Vita Yanti Fattah, yang hadir mewakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan.

Ia menilai kehadiran Etos ID menjadi mitra strategis perguruan tinggi dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan kepemimpinan, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab melahirkan lulusan yang unggul secara intelektual sekaligus matang secara karakter. Kehadiran Etos ID melengkapi proses tersebut melalui pembinaan yang berkesinambungan. Kami berharap para awardee terus membawa semangat belajar, kepemimpinan, dan pengabdian sebagai bekal untuk memberikan kontribusi terbaik di mana pun mereka berkarya,” tuturnya.

Sementara itu, Tim Nasional Etos ID, Rista D. Anggraini, menjelaskan bahwa selama empat tahun para awardee memperoleh pembinaan yang dirancang secara komprehensif. Selain mendapatkan bantuan pembiayaan pendidikan melalui dukungan Uang Kuliah Tunggal (UKT), mereka juga mengikuti mentoring, coaching, penguatan kapasitas akademik, pelatihan kepemimpinan, pengembangan diri, kegiatan pengabdian masyarakat, hingga perluasan jejaring nasional.

Salah satu pengalaman yang menjadi bagian penting dalam proses pembinaan tersebut adalah keikutsertaan para awardee dalam Youth Islamic Camp (YIC) di Bogor. Kegiatan itu mempertemukan awardee Etos ID dari berbagai daerah di Indonesia untuk belajar, berkolaborasi, serta memperkuat nilai-nilai kepemimpinan dan semangat pengabdian.

Melalui proses pembinaan yang berlangsung secara berjenjang di tingkat wilayah maupun nasional, Etos ID berharap Awardee Angkatan 2022 mampu menjadi generasi yang adaptif, berintegritas, dan siap menghadirkan dampak positif di berbagai bidang.