SIGI, MAL – PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar Rembuk Tani di Ruang Terbuka Hijau Lolu, Kabupaten Sigi, pada 4 Juli. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, hadir mendengarkan aspirasi dan memastikan ketersediaan pupuk bagi petani.
Zulkifli Hasan tiba didampingi Sekretaris Jenderal DPP PAN Eko Patrio dan rombongan.
Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia (Persero) Dwi Satriyo Annurogo, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Bupati Sigi Rizal Intjenae, instansi terkait, serta ratusan petani juga mengikuti acara ini.
Dalam kegiatan itu, Menko Pangan dan Gubernur Anwar Hafid menyerahkan 1,5 ton pupuk NPK serta 1,5 ton pupuk urea kepada kelompok tani.
Bantuan dari PT Pupuk Indonesia ini mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Provinsi Sulawesi Tengah, sekaligus memastikan ketersediaan pupuk bagi petani.
Menko Pangan mengapresiasi kinerja direksi PT Pupuk Indonesia. Ia menilai kepemimpinan Dwi Satriyo dan Rahmat telah membawa perubahan positif bagi sektor pertanian, terutama dalam distribusi pupuk bersubsidi.
“Luar biasa bisa menurunkan harga pupuk, diskon 20 persen, bisa bangun pabrik baru, dan sekarang pupuk harus ada sebelum musim tanam,” kata Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Zulkifli menyatakan ketersediaan dan diskon pupuk ini merupakan fakta di lapangan, terbukti dari pengakuan petani langsung, bukan hanya laporan pejabat. Ini penting untuk menjaga ketersediaan pupuk.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus pada sektor pertanian. Arahan ini bertujuan memastikan program pangan berjalan optimal di seluruh daerah, termasuk ketersediaan pupuk.
Zulkifli rutin mengecek langsung pelaksanaan koperasi desa, distribusi pupuk, harga gabah, kondisi irigasi, dan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.
“Alhamdulillah, tadi kita sudah memastikan langsung bahwa pupuk tersedia sebelum musim tanam, jumlahnya cukup, dan harganya mendapatkan diskon sekitar 20 persen. Itu bukan berdasarkan laporan pemerintah, tetapi pengakuan langsung dari para petani,” ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Ia juga menyinggung situasi global dengan berbagai konflik dan gangguan pasokan. Namun, Indonesia tetap mampu menjaga ketersediaan pupuk bagi petani di dalam negeri.
Selain ketersediaan pupuk, pemerintah berkomitmen menjaga harga gabah tetap menguntungkan. Zulkifli menetapkan batas bawah harga gabah Rp6.500 per kilogram agar petani memperoleh keuntungan layak.
“Harga gabah yang baik membuat hasil panen memberikan nilai tambah bagi petani. Di beberapa daerah seperti Sulbar bahkan sudah mencapai Rp7.500 per kilogram dan Gorontalo di atas Rp6.500,” ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Kebijakan ini berdampak positif, meningkatkan nilai tukar petani dari 116 menjadi 127. Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan kesejahteraan petani padi dan jagung.
Usai memperkuat swasembada beras, pemerintah fokus mengembangkan sektor protein. Ini akan ditempuh melalui pengembangan industri perikanan tangkap dan budidaya secara masif.
Pemerintah akan membangun kawasan budidaya ikan berbasis bioflok di sekitar 40.000 desa secara bertahap. Program ini untuk menjadikan desa lebih mandiri pangan dan mempercepat pemenuhan gizi masyarakat.
“Kita akan bangun tematik bioflog untuk ikan dengan anggaran Rp1,2 miliar per desa. Belum lagi anggaran dari Kementerian Desa sebesar Rp2,5 miliar, tematik sesuai potensi desa masing-masing. Itulah program pemerintah, yaitu membangun desa untuk Indonesia,” kata Ketua Umum DPP PAN itu.
“Kita ingin desa-desa menjadi mandiri pangan. Setelah beras, kita fokus pada protein agar Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga menjadi salah satu eksportir ikan terbesar di Asia,” tambah pria yang akrab disapa Zulhas tersebut.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyatakan pemerintah provinsi akan terus bekerja sama dengan pemerintah pusat. Hal ini untuk menyukseskan program swasembada pangan melalui penyediaan sarana produksi, pembangunan infrastruktur pertanian, serta penguatan kelembagaan petani lokal.
Melalui kerja sama pemerintah pusat, daerah, dan petani, Anwar berharap sektor pertanian di Sulawesi Tengah maju. Peningkatan produktivitas ini akan memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendongkrak kesejahteraan petani, termasuk dalam hal ketersediaan pupuk.
Sebelum kedatangan Menko Pangan, PT Pupuk Indonesia telah berdialog dengan petani, memperkenalkan jenis pupuk bersubsidi dan nonsubsidi kepada ratusan petani.
Dialog interaktif ini menjadi wadah bagi petani menyampaikan hal terkait stok, kualitas, dan penggunaan pupuk di lahan pertanian mereka. Hal ini juga dinilai penting untuk mengawal ketersediaan pupuk.
PT Pupuk Indonesia sendiri memiliki sejumlah jenis pupuk untuk petani, antara lain yang disubsidi pemerintah, seperti Urea, NPK Phonska, SP-36, ZA, dan Petroganik.

