PALU, MAL – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kampus Sulawesi Tengah mengusulkan Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, untuk bergabung dalam jajaran Dewan Pakar Gekrafs Kampus Sulawesi Tengah.
Usulan tersebut disampaikan dalam agenda sharing session berlangsung di Ruang Rektor Universitas Tadulako (Untad) Palu, Jumat (3/7).
Ketua Gekrafs Kampus Sulteng, Tasman Sudirman, mengatakan Rektor Universitas Tadulako dinilai memiliki komitmen dalam mendukung pengembangan kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan mahasiswa.
Karena itu, keterlibatan Rektor sebagai Dewan Pakar diharapkan dapat memberikan masukan strategis bagi pengembangan organisasi maupun ekosistem ekonomi kreatif di lingkungan perguruan tinggi.
Menurut Tasman, pengembangan ekonomi kreatif memerlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia.
Oleh sebab itu, Gekrafs Kampus Sulteng berupaya menghadirkan tokoh-tokoh yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan kepedulian terhadap pengembangan ekonomi kreatif untuk bergabung sebagai Dewan Pakar.
“Kami melihat komitmen kuat dari Rektor Untad dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif mahasiswa. Karena itu, kami mengusulkan Amar menjadi bagian dari Dewan Pakar Gekrafs Kampus Sulteng agar pengalaman dan gagasannya dapat menjadi rujukan dalam merumuskan program-program pengembangan ekonomi kreatif mahasiswa ke depan,” ujar Tasman.
Dalam pertemuan tersebut, Gekrafs Kampus Sulteng juga memaparkan rencana pelantikan organisasi beserta sejumlah program kerja, di antaranya pendampingan usaha mahasiswa, pelatihan kewirausahaan, pengembangan industri kreatif berbasis kampus, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Rektor Untad menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam sektor ekonomi kreatif menjadi langkah penting untuk mencetak generasi muda inovatif, mandiri, dan mampu menjawab tantangan perkembangan ekonomi pada masa mendatang.
Tasman menambahkan, dukungan Untad terhadap pengembangan ekonomi kreatif telah diwujudkan melalui penyediaan berbagai fasilitas, seperti pembangunan food court dan pusat UMKM mahasiswa.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan usaha serta menghasilkan berbagai produk kreatif.
Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan tersebut, Gekrafs Kampus Sulawesi Tengah menyerahkan plakat penghargaan kepada Rektor Untad.
Organisasi tersebut berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku ekonomi kreatif semakin erat sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis inovasi dan kreativitas generasi muda di Sulteng.***

