SIGI, MAL – Warga Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, menyuarakan keluhan mereka terkait pemadaman listrik yang kerap terjadi, kondisi jalan rusak, serta kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun ini dinilai belum mendapat solusi optimal dari pemerintah setempat.

Silvana, warga Desa Lawua Kecamatan Kulawi Selatan, mengaku pemadaman listrik hampir terjadi setiap hari. Bahkan, listrik kerap padam sejak siang hari dan baru menyala pada dini hari keesokan harinya.

“Kami sudah bertahun-tahun belum merasakan listrik yang stabil dari PLN. Rumah kami lebih sering gelap karena pemadaman listrik hampir setiap hari. Kami mendengar ada program Berani Menyala dari Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, tetapi program itu belum terasa di desa kami,” kata Silvana, warga Desa Lawua, Kecamatan Kulawi Selatan, pada 01/07.

Masyarakat merasa kurang mendapat perhatian terhadap pelayanan dasar, meskipun Kecamatan Kulawi Selatan hanya berjarak sekitar dua jam dari ibu kota Kabupaten Sigi. Ini merupakan bagian dari keluhan warga Kulawi Selatan yang perlu perhatian serius.

Tokoh masyarakat Desa Gimpu, Muh Guntur, menyoroti pasokan BBM di SPBU Kulawi Selatan sebagai persoalan lain dari keluhan warga Kulawi Selatan. Stok BBM, katanya, sering habis dalam waktu singkat membuat masyarakat yang datang menggunakan kendaraan tidak kebagian.

“Hari ini mobil tangki datang, besok sore stoknya sudah habis. Masyarakat menilai petugas SPBU lebih banyak melayani pembelian menggunakan jeriken daripada kendaraan,” kata Muh Guntur.

Kondisi serupa juga terjadi pada BBM jenis solar. Keterbatasan stok membuat warga terpaksa membeli BBM di pengecer dengan harga lebih mahal.

“Harga Pertalite di pengecer bisa mencapai Rp15 ribu per liter, sementara solar sekitar Rp13 ribu per liter. Ini sangat memberatkan masyarakat,” ungkap Muh Guntur.

Selain listrik dan BBM, infrastruktur jalan turut menjadi keluhan utama warga. Joko, warga Desa Gimpu, menyebut kerusakan jalan di Kulawi Selatan telah berlangsung puluhan tahun, menambah daftar panjang keluhan warga Kulawi Selatan.

“Kami berharap para pejabat, termasuk Bupati Sigi, sesekali datang menggunakan mobil biasa seperti Avanza, bukan kendaraan double cabin. Dengan begitu mereka bisa merasakan langsung sulitnya melintasi jalan yang penuh lubang,” kata Joko, warga Desa Gimpu.

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menanggapi keluhan ini. Ia menjelaskan pemadaman listrik di Kulawi Selatan umumnya disebabkan gangguan jaringan.

“Saya sering bermalam di Desa Gimpu sehingga mengetahui kondisi di sana. Pemadaman tidak terjadi setiap hari. Jika terjadi, biasanya karena ada gangguan pada jaringan. Lama atau singkatnya pemadaman tergantung proses penanganan,” jelas Mohamad Rizal Intjenae.

Terkait kerusakan jalan, Rizal menyatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sedang menanganinya melalui program proyek multiyears.

Mengenai keterbatasan pasokan BBM, Pemerintah Kabupaten Sigi terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk peningkatan stok.

“Kami terus berkomunikasi dengan pengelola SPBU agar pasokan BBM untuk masyarakat bisa ditambah. Namun, hal itu juga bergantung pada kemampuan permodalan dari pihak SPBU,” pungkas Mohamad Rizal Intjenae.