PALU, MAL – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan dirinya sebagai “anak ideologi Guru Tua” saat menjadi narasumber kuliah umum di Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu pada Senin (29/06).

Pernyataan Anwar Hafid ini disampaikan di hadapan ratusan mahasiswa di Auditorium Fakultas Kedokteran Unisa Palu.

Anwar Hafid menyatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah dasar perubahan nasib seseorang. Ia mengajak mahasiswa serius menuntut ilmu demi meraih cita-cita dan berkontribusi untuk daerah. Pentingnya pendidikan, sebuah nilai yang dijunjung Anwar Hafid, menjadi pegangan bagi sang gubernur.

“Saya adalah anak ideologi Guru Tua. Ilmu adalah jalan untuk mengubah kehidupan. Tidak ada yang bisa mengubah nasib seseorang selain melalui pendidikan dan kerja keras,” kata Gubernur Anwar Hafid.

Mantan Bupati Morowali dua periode itu juga menceritakan kisah hidupnya dalam meraih cita-cita.

Anwar Hafid, tokoh yang menjunjung tinggi semangat Guru Tua, berasal dari kampung kecil di Bungku, Morowali. Ia berjuang menempuh pendidikan di sekolah negeri favorit sebelum melanjutkan ke Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Makassar. Keterbatasan latar belakang, menurutnya, bukan penghalang kesuksesan jika dibarengi tekad dan semangat belajar.

Selain memotivasi mahasiswa, Gubernur Anwar Hafid juga memaparkan program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mewujudkan visi Sulteng Nambaso melalui program Sembilan Berani.

Program unggulan “Berani Cerdas” berupa beasiswa pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa se-Sulteng, bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Visi ini sejalan dengan nilai-nilai yang ditanamkan Guru Tua.

Kuliah umum tersebut dihadiri sejumlah pengurus besar Alkhairaat, termasuk Ketua Yayasan Alkhairaat Hamdan Rampadio dan Sekretaris Yayasan Asgar Basir Khan. Rektor Universitas Alkhairaat Palu Muhammad Yasin, para dekan, dosen, dan mahasiswa juga hadir dalam acara yang mengusung tema pentingnya pendidikan ala Guru Tua ini.