SIGI, MAL – Tim Psikologi Biro SDM Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar kegiatan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Desa Kamarora B, Kabupaten Sigi, pada Sabtu, 20 Juni 2020. Upaya pendampingan psikososial ini bertujuan membantu pemulihan kondisi psikologis warga pascabencana yang masih merasakan dampak gempa dan gempa susulan.
Kegiatan penting ini dipimpin oleh Kabag Psikologi Biro SDM Polda Sulawesi Tengah, Kompol Akhmad Kunaefi Muarif. Ia didampingi oleh Penata I Welly Salote, Iptu Muh. Sahrul, Ipda Ayu Anissa Sekarsari, serta Staf Bagian Psikologi Ro SDM, dan turut didukung oleh Bagian SDM Polres Sigi. Mereka berkolaborasi untuk memberikan pendampingan psikososial secara menyeluruh.
Pendampingan psikososial diawali dengan pembukaan dan sesi ice breaking yang melibatkan anak-anak serta warga terdampak. Suasana hangat dan penuh keceriaan tampak mewarnai kegiatan ini, secara efektif mengurangi ketegangan dan kecemasan pascagempa yang masih dirasakan banyak warga.
Selain fokus pada dukungan psikologis, tim juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dan dilanjutkan dengan pembagian paket khusus yang ditujukan bagi anak-anak yang turut serta dalam kegiatan pendampingan psikososial tersebut.
Kompol Akhmad Kunaefi Muarif, selaku Kabag Psikologi Biro SDM Polda Sulteng, menegaskan bahwa pendampingan psikososial merupakan bagian esensial dalam proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, perhatian terhadap kondisi mental dan emosional masyarakat memiliki bobot yang sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan moral dan psikologis kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar tetap semangat dan dapat kembali menjalani aktivitas dengan rasa aman serta penuh harapan,” kata Kompol Akhmad Kunaefi Muarif.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan sebagian warga masih mengalami trauma dan merasa khawatir untuk kembali menempati rumah mereka. Kondisi ini diperparah oleh masih seringnya terjadi gempa-gempa susulan yang menimbulkan rasa cemas di tengah masyarakat, memperkuat urgensi pendampingan psikososial.
Meski demikian, kehadiran personel kepolisian bersama tim psikologi di lokasi bencana mendapatkan respons yang sangat positif dari warga. Kehadiran petugas dinilai mampu memberikan rasa aman, menumbuhkan optimisme, serta secara signifikan membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal pascagempa.***

