PALU – Pengurus Besar (PB) Alkhairaat menerima bantuan pribadi berupa dua ekor sapi kurban dari Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar. Penyerahan berlangsung di halaman Kantor PB Alkhairaat pada Selasa (26/05).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Pembinaan Mental dan Sejarah TNI Kodam XXIII/Palaka Wira, Kolonel Infanteri Oo Sahrojat. Bantuan diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat, Jamaludin Mariadjang, serta disaksikan Ketua PB Alkhairaat, Ustadz Asgar Basir Khan dan sejumlah pengurus besar lainnya.

Jamaludin Mariadjang menanggapi positif kepercayaan yang diberikan kepada lembaganya. Menurutnya, hal ini wajar mengingat peran kelembagaan yang kuat dan mengakar di tengah masyarakat kawasan timur Indonesia.

“Pihak Kodam memilih Alkhairaat karena mereka melihat lembaga ini sebagai salah satu pilar kekuatan sosial yang sangat dominan dan mengakar di Sulawesi Tengah maupun di kawasan Indonesia Timur secara umum,” kata Jamaludin Mariadjang, Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat.

Bantuan sapi kurban ini rencananya akan disembelih pada Kamis (28/05) bertepatan dengan satu hari setelah Iduladha 1447 Hijriah. Daging kurban tersebut nantinya didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu melalui unit pondok pesantren dan Panti Asuhan Alkhairaat.

“TNI memang merupakan institusi yang berperan dalam bidang pertahanan, namun sebagai kekuatan sosial, peran mereka sangat seirama dengan keberadaan Alkhairaat. Di sinilah letak titik temunya,” kata Jamaludin Mariadjang, Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat.

Kolonel Infanteri Oo Sahrojat menegaskan bahwa sapi kurban dibeli langsung dari Pasangkayu. Jarak tempuh yang jauh menunjukkan kesungguhan niat Pangdam untuk berbagi. Bantuan ini murni bersifat pribadi dan bukan atas nama institusi militer daerah.

“Beliau memang sudah lama berniat untuk memberikan bantuan kepada Panti Asuhan Alkhairaat, dan momennya sangat pas bersamaan dengan momentum Hari Raya Kurban,” kata Kolonel Infanteri Oo Sahrojat, Kepala Pembinaan Mental dan Sejarah Kodam XXIII/Palaka Wira.

Meski Pangdam beragama non muslim, hal tersebut dinilai bukan sebuah hambatan kultural. PB Alkhairaat memandang pemberian kurban ini murni wujud tanggung jawab sosial seorang pemimpin daerah kepada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.