PALU – Para Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Kawasan Timur Indonesia (KTI), telah merampungkan petunjuk teknis (Juknis) perlombaan, jenis lomba dan mascot, Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni Indonesia Timur (Poros Intim) IV tahun 2026.

Juknis, jenis lomba, dan maskot dibahas oleh para Wakil Rektor/Wakil Ketua PTKIN se-KTI, dalam Focus Group Discussion (FGD) Tentang Poros Intim IV yang dilaksanakan di UIN Datokarama, di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, 13 – 15 April 2026.

“Alhamdulillah beberapa agenda dalam FGD Poros Intim telah dirampungkan oleh para Wakil Rektor/Wakil Ketua PTKIN se-KTI, untuk menyukseskan Poros Intim,” ucap Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaa PTKIN se-PTKIN Dr Sitti Fauziah, di Kota Palu, Selasa 14 April 2026.

Ia mengatakan hal teknis dan substansi terkait juknis telah rampung dan disepakati oleh seluruh wakil rektor/wakil ketua bidang kemahasiswaan PTKIN se-Indonesia Timur.

Sementara untuk jenis lomba dari cabang olahraga terdiri dari catur, tenis meja, bulutangkis, takraw, taekwondo, dan pencak silat.

Untuk cabang ornament seni terdiri dari Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), MHQ, MQK, Pop Solo Islami, Nasyid, Debat Konstitusi, Kaligrafi, Pidato Tausiyah. Sementara Cabang KTI Al-Quran dan KTI Al-Hadits.

Berikutnya Maskot Poros Intim IV yang memadukan konsepsi keislaman, keilmuan, dan kearifan local.

“Ini menjadi penciri bahwa Poros Intim IV di UIN Datokarama Palu menjunjung tinggi persatuan, kompetitif, keislaman, keilmuan dan kearifan local,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Datokarama Dr Faisal Attamimi mengatakan Poros Intim IV bukan sekadar rutinitas, tapi menjadi kawah candradimuka bagi talenta muda PTKIN di Timur Indonesia.

Dengan rampungnya pembahasan ini, kata Faisal seluruh PTKIN dari Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Barat, kini mulai melakukan seleksi internal untuk menjaring atlet dan delegasi terbaik mereka.

Poros Intim IV diharapkan menjadi panggung pembuktian bahwa mahasiswa PTKIN se-KTI memiliki daya saing yang luar biasa dalam menjaga harmoni antara prestasi akademik dan non-akademik.***