PALU – Perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu yang berdekatan waktunya dengan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah umat Islam diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan persaudaraan antarumat beragama di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. KH. Zainal Abidin, dalam wawancara, Senin (16/3) malam.

Menurutnya, kedekatan waktu dua hari raya besar tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan saling pengertian di tengah masyarakat. Ia berharap umat Islam dan umat Hindu semakin akrab serta mampu menunjukkan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan saling menghargai dan menghormati ajaran serta keyakinan masing-masing, maka keharmonisan akan terjaga. Saat umat Hindu melaksanakan Nyepi, sebaiknya kegiatan takbiran tidak melewati tempat-tempat yang sedang menjalankan ibadah Nyepi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sikap saling menjaga kenyamanan dalam beribadah menjadi kunci utama terciptanya kerukunan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketenangan umat Hindu yang sedang menjalankan ritual keagamaan.

Selain itu, Prof. Zainal juga mengingatkan pengurus masjid yang berada di sekitar lingkungan masyarakat Hindu agar dapat menyesuaikan pelaksanaan takbiran.

“Masjid yang berdekatan dengan lingkungan umat Hindu diharapkan memahami situasi tersebut, misalnya dengan menurunkan volume suara takbiran agar tidak mengganggu saudara kita yang sedang melaksanakan Nyepi,” tambahnya.

Guru Besar UIN Datokarama Palu itu optimistis, dengan sikap saling menghormati dan menjaga toleransi, masyarakat Sulawesi Tengah akan terus hidup rukun dan damai meskipun memiliki perbedaan keyakinan.