PALU – Program Studi Teknik Geofisika dan Teknik Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB), di Ruang Rapat Rektor Untad, Jumat (6/3).
Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta membuka peluang pengembangan riset bersama di bidang ilmu kebumian dan pengelolaan sumber daya alam.
Kegiatan dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.Sc., bersama sejumlah peneliti dan akademisi, di antaranya Prof. Satria Bijaksana, Ph.D. dari FTTM ITB, Dr. Luki Subehi, Kepala Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, serta Dr. rer. nat. Sulung Nomosatryo dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN.
Selain penandatanganan PKS, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemaparan ulasan riset Danau Lindu oleh Prof. Satria Bijaksana dan paparan peluang kerja sama riset dengan BRIN oleh Dr. Luki Subehi.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik Untad menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga riset untuk mendorong penelitian berkualitas.
“Pertemuan ini membuka peluang yang sangat besar untuk kolaborasi riset, terutama terkait potensi kebumian dan sumber daya alam di wilayah Sulawesi,” ujar Prof. Andi Rusdin.
Melalui kerja sama ini, berbagai program kolaboratif diharapkan dapat segera direalisasikan, mulai dari penelitian bersama, pertukaran peneliti dan mahasiswa, pengembangan fasilitas laboratorium, hingga penyelenggaraan kegiatan ilmiah yang mendukung peningkatan kualitas riset.
Universitas Tadulako berharap kolaborasi ini dapat memperkuat jejaring akademik nasional dan membuka peluang riset yang lebih luas, sekaligus mendorong inovasi dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, khususnya di kawasan Indonesia Timur. *

