DONGGALA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala membuka pelatihan dasar (latsar) bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) golongan III dan II.\
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Donggala, Taufik M Burhan, di ruang Kasiromu, Senin (02/03).
Wakil Bupati Donggala Taufik M Burhan, mengatakan, pelatihan dasar ini bertujuan membentuk karakter dan cara berpikir sebagai aparatur sipil negara.
Menjadi ASN, lanjut Taufik, bukan sekadar memiliki pekerjaan, tapi adalah pilihan untuk mengabdi. Negara juga telah menetapkan nilai dasar ASN melalui core value berakhlak.
Nilai ini menyatukan seluruh aparatur agar memiliki standar moral dan budaya kerja yang sama. Berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
“Inilah nilai yang harus hidup dalam tindakan, bukan hanya dihafal dalam pelatihan,” tegas Taufik.
Ia menambahkan, menjadi abdi negara berarti menerima amanah rakyat, dan setiap keputusan yang diambil nanti sekecil apapun akan berdampak pada kehidupan masyarakat.
Taufik menambahkan, seorang ASN akan bekerja dalam kerangka visi daerah yaitu “Donggala Sejahtera, maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.” Visi ini tidak akan terwujud tanpa ASN yang sungguh-sungguh bekerja.
Menurut dia, sejahtera lahir dari pelayanan yang adil dan merata, maju tercipta dari birokrasi yang tertib dan profesional, berdaya saing tumbuh dari ASN yang mau belajar dan berinovasi, dan berkelanjutan hanya mungkin jika kita bekerja dengan tanggung jawab jangka panjang.
Taufik M Burhan juga mengatakan bahwa hari ini, tantangan kita juga semakin besar. Dunia kerja ASN sedang bergerak menuju dunia kerja digital, sistem berbasis data, penggunaan aplikasi terpadu seperti my ASN, manajemen kinerja elektronik, hingga pelayanan publik yang paperless adalah arah yang sedang kita tempuh.
“ASN Donggala tidak boleh tertinggal, harus terbiasa bekerja dengan data, terbuka terhadap teknologi dan cepat beradaptasi. Kedepannya yang dihitung bukan berapa lama kita duduk di kantor, tetapi seberapa besar manfaat kerja kita dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap, para peserta pelatihan bekerja dengan jujur, datang tepat waktu, selesaikan tugas tanpa menunggu di ingatkan, terus belajar meski tidak diperintah dan jaga nama baik pemerintah Kabupaten Donggala di manapun bertugas. ***

