BANGGAI – Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Tengah ambil bagian dalam Safari Ramadhan yang digelar Pemprov Sulteng di Masjid An-Nur Kelurahan Simpong, Kabupaten Banggai, baru-baru ini.

Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda silaturahmi legislatif bersama masyarakat dalam suasana bulan suci Ramadhan.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Asmir Julianto Hanggi, menyerahkan bantuan Al-Qur’an kepada pengurus masjid.

Penyerahan itu merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan syiar Islam sekaligus wujud perhatian pemerintah daerah terhadap rumah-rumah ibadah.

Pada kesempatan itu disampaikan bahwa terwujudnya Sulawesi Tengah yang berkah memerlukan kondisi masyarakat yang rukun, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tata kelola pemerintahan yang amanah, serta kehidupan sosial yang berpijak pada nilai agama dan moral.

Sinergi antara pemerintah, DPRD, ulama, dan tokoh masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan daerah.

Sekretariat DPRD juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah berdasarkan indikator makro terbaru.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Tengah tercatat sebesar 72,24 pada 2024 dan meningkat menjadi 72,82 pada 2025. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat dari sisi pendidikan, kesehatan, dan daya beli.

Dari sektor ekonomi, pertumbuhan Sulawesi Tengah pada 2024 mencapai 11,91 persen. Sementara pada Triwulan III 2025, pertumbuhan tetap terjaga di angka 7,79 persen.

Kondisi tersebut didukung oleh kontribusi sektor industri pengolahan, pertambangan, dan konstruksi yang masih menjadi penopang utama perekonomian daerah.

Di bidang kesejahteraan sosial, angka kemiskinan tercatat turun dari 11,77 persen pada 2024 menjadi 10,92 persen pada 2025.

Penurunan tersebut didukung oleh berbagai program prioritas daerah, di antaranya Program Berani Cerdas dan Berani Sehat.

Program Berani Cerdas telah memberikan beasiswa kepada 23.568 mahasiswa dengan realisasi anggaran lebih dari Rp80 miliar atau 46 persen dari total alokasi tahun 2025, dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 80 ribu orang.

Sementara melalui Program Berani Sehat, masyarakat yang belum memiliki atau tidak aktif kepesertaan BPJS Kesehatan tetap dapat mengakses layanan kesehatan gratis dengan menunjukkan KTP Sulawesi Tengah. Hingga Desember 2025, tercatat 55.947 warga telah memanfaatkan layanan tersebut. ***