PALU– Satuan Tugas (Satgas) II Tindak Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) I Tinombala 2026, menggelar razia di salah satu lokasi diduga kerap dijadikan tempat perjudian kartu di Jalan Tadulako, Kota Palu, Senin (23/02).
Razia tersebut dipimpin langsung oleh AKP Suwondo selaku anggota Satgas II Tindak Ops Pekat dan didampingi personel Satgas Tindak Ops Pekat I Tinombala.
Kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan laporan dan informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas perjudian meresahkan warga sekitar.
Dalam pelaksanaannya, petugas mendapati sejumlah orang terindikasi sedang bermain kartu. Tanpa perlawanan, beberapa orang berada di lokasi langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dari lokasi kejadian, petugas turut menyita sejumlah barang bukti berupa kartu remi serta rekapan taruhan dengan nominal mencapai ratusan ribu rupiah diduga digunakan sebagai alat perjudian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para terduga pelaku mengakui bahwa permainan kartu tersebut menggunakan uang sebagai taruhan.
Selanjutnya, para terduga pelaku dibawa ke posko Operasi Pekat I Tinombala untuk dimintai keterangan, dilakukan pendataan, serta pembinaan sesuai dengan ketentuan hukum berlaku.
Kasatgas Ops Pekat I Tinombala, Kompol Velly, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk penyakit masyarakat, seperti perjudian, premanisme, peredaran minuman keras, hingga tindak kriminalitas lainnya.
Langkah tersebut dilakukan guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) aman dan kondusif di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu.
Sementara, Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono melalui Kasubbid Penmas Kompol Reky mengimbau masyarakat berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas melanggar hukum.
Kompol Reky berharap seluruh masyarakat Sulawesi Tengah dapat terus bersinergi bersama kepolisian dalam menciptakan lingkungan bersih dari praktik perjudian dan penyakit masyarakat lainnya.
Ia menekankan bahwa partisipasi aktif warga sangat penting agar stabilitas keamanan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan produktif.*

