PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan memulai Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bagi putra-putri daerah pada Mei 2026. Program ini akan dilaksanakan di Universitas Tadulako (Untad), sehingga calon dokter spesialis tidak perlu lagi menempuh pendidikan di luar daerah.

Hal tersebut disampaikan Wagub Reny dalam acara syukuran satu tahun Pemerintahan Anwar–Reny (BERANI) yang digelar di halaman Masjid Baitul Khairaat, Ahad (22/2) sore, di hadapan ribuan jemaah.

“Tidak perlu anaknya bapak ibu sekolah di luar lagi, cukup sekolah di Palu, tempatnya di Universitas Tadulako,” ujar Reny.

Ia menjelaskan, penerimaan mahasiswa baru untuk program dokter spesialis dijadwalkan mulai Mei 2026. Pemerintah Provinsi, bersama Gubernur dan Dinas Pendidikan, juga telah menyiapkan anggaran afirmasi untuk mendukung calon peserta dari Sulawesi Tengah.

Pada tahap awal, terdapat tiga program studi yang dibuka, yakni dokter spesialis kebidanan, dokter spesialis bedah, dan dokter spesialis penyakit dalam. Ketiga bidang ini diprioritaskan karena masih terbatasnya jumlah dokter spesialis di sejumlah rumah sakit kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.

“Sebagian besar rumah sakit di kabupaten/kota belum cukup dokter spesialisnya. Karena itu, tahun 2026 harus sudah ada pendidikan dokter spesialis di Provinsi Sulawesi Tengah,” tegasnya.

Gubernur Reny menerangkan persyaratan utama bagi calon peserta adalah berstatus dokter umum dengan batas usia maksimal 35 tahun saat mengikuti tes seleksi. Pemerintah daerah juga akan bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin sebagai pengampu program.

Untuk rumah sakit pendidikan, Reny menyebut RSUD Undata akan menjadi rumah sakit pendidikan utama berbasis universitas (university base). Saat ini, di Kota Palu terdapat dua rumah sakit besar, yakni RSUD Anutapura dan RSUD Undata, namun RSUD Undata diproyeksikan menjadi pusat pendidikan dokter spesialis.

Ke depan, pemerintah juga berencana mengembangkan sistem berbasis rumah sakit (hospitality base). Bahkan, pada 2027 ditargetkan sudah dapat dirintis pendidikan dokter spesialis jantung guna menjawab kebutuhan layanan kesehatan di daerah.

Wagub Reny menambahkan, Gubernur Sulawesi Tengah dijadwalkan kembali bertemu dengan Menteri Kesehatan untuk membahas dukungan lanjutan terhadap program tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan di Sulawesi Tengah, baik yang bertugas di puskesmas, rumah sakit, maupun klinik. Ia menyebut capaian program “Berani Sehat” telah mencapai 96 persen berkat dedikasi para tenaga medis.

“Terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang tetap melayani masyarakat, bahkan ketika orang lain beristirahat. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Sulawesi Tengah agar program ini berjalan lancar,” pungkasnya.