Saat menahan lapar ada kenyang menunggu pada waktunya, setelah haus akan ada air pelepas dahaga, ketika mata nyalang, akan terpejam dengan tidur pulas dan kesembuhan akan menghilangkan rasa sakit.
Setiap yang hilang pasti ketemu, dalam kegelapan akan ada terang, kesesatan akan datang hidayah, dan setiap kesulitan akan datang kemudahan.
Begitulah cara Allah memperlakukan hambaNya, sebagaimana terulang dalam surah al-insyirah; “Sungguh bersama kesulitan ada kemudahan. Kemudian Sungguh bersama kesulitan ada kemudahan”.
Sang fajar akan mengusir gelapnya malam dari puncak-puncak gunung sampai ke dasar-dasar lembah.
Demikian pula bagi mereka yang dilanda gundah gulana, pertolongan akan datang secepat kelebatan cahaya dan kedipan mata.
Bahkan mereka yang tertindas bersabarlah, karena kelembutan dan dekapan hangat akan segera tiba.
Saat melihat bentangan lautan yang seolah tak ada ujungnya, ketahuilah bahwa di kejauhan sana akan ditemukan daratan dipenuhi kebun rindang, sawah menghijau dan kampung yang asri serta gemerlapan kota-kota.
Ingatlah seutas tali merenggang kencang, pasti akan segera putus. Setiap tangisan akan berujung tawa dan senyuman, ketakutan akan berakhir dengan rasa aman, dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian.
Tiga belas tahun di Makkah dakwah Nabi Muhammad penuh dengan suka duka, ketika hijrah tidak sampai sepuluh tahun “fathul Makkah” menjadikan kemenagan yang penuh dengan kedamaian, karena datangnya pertolongan Allah.
Mereka yang terpaku pada keterbatasan waktu dan pada kondisi yang kemungkinan sangat kelam, umumnya hanya akan merasakan kesusahan, kesengsaraan dan keputusasaan.
Itu terjadi karena mereka hanya menatap dinding kamar dan pintu-pintu rumah mereka. Padahal mereka seharusnya mampu menembus pandangan sampai ke belakang tabir, bahkan lebih jauh ke luar pagar rumah-rumah mereka.
Jangan pernah meresa terhimpit sejengkalpun, karena setiap keadaan pasti berubah. Setiap hari-hari puasa pasti ada waktu berbuka. Sebaik-baik ibadah adalah menanti lezatnya dengan sabar. Betapapun waktu terus bergulir silih berganti.
Yakinlah yang ghaib akan tetap tersembunyi. Dan Allah Jalla Jalalah mungkin akan menciptakan sesuatu yang baru setelah itu semua.
Karena sesungguhnya kesulitan akan berjalan bersama kemudahan. Wallahul Musta’an.
Amal Alkhairaaty

