PALU – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, HS Mohsen Alaydrus, secara resmi melepas Tim Dakwah Ramadan dari Majelis Dakwah PB Alkhairaat, Sabtu (21/02).
Acara pelepasan dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB Alkhairaat, Jamaluddin Mariadjang, sejumlah unsur pengurus PB Alkhairaat, dan juga Sekretaris Majelis Dakwah PB Alkhairaat, Ustadz M. Harsin Komba Gotian.
Para da’i senior yang diturunkan kali ini adalah tim kedua yang dilepas PB Alkhairaat, setelah sebelumnya diturunkan tim dakwah dari kalangan pelajar Alkhairaat ke wilayah Parigi Moutong.
Ketum PB Alkhairaat, HS Mohsen Alaydrus, menjelaskan, hingga saat ini PB Alkhairaat telah menurunkan dua tim dakwah untuk mengisi kegiatan keagamaan di berbagai daerah selama bulan suci Ramadhan.
“Sudah dua tim dakwah yang kita turunkan. Yang pertama adalah tim Dai Muda Alkhairaat yang khusus kita tugaskan di Kabupaten Parigi Moutong,” ujar Mohsen.
Ia menyebutkan, tim Dai Muda Alkhairaat didistribusikan oleh pemerintah daerah melalui jajaran camat bersama pengurus Alkhairaat setempat.
Menurutnya, para dai tidak hanya memberikan ceramah, tetapi juga mengisi kultum di masjid serta melakukan pembinaan generasi muda.
“Di sana mereka di samping memberikan ceramah, juga memberikan kultum, pembinaan baca tulis Al-Qur’an, pesantren kilat, dan kajian-kajian lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, tim yang dilepas pada kesempatan kali ini merupakan tim dakwah senior yang selama ini rutin memenuhi permintaan masyarakat setiap tahun.
Namun, kata dia, pada tahun ini tidak seluruh kabupaten dapat dijangkau karena berbagai pertimbangan.
Tahun ini, kata dia, PB Alkhairaat memprioritaskan beberapa daerah, di antaranya Kota Palu, Morowali, Morowali Utara, dan Poso. Adapun daerah lain akan dijadwalkan pada tahap berikutnya.
“Untuk tahap ini mereka mulai hari ini sampai sekitar satu minggu. Setelah itu, kalau masih memungkinkan, kita akan turunkan kembali ke daerah lain,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan para da’i agar dalam menyampaikan dakwah yang mengedepankan pesan persatuan dan kesejukan di tengah masyarakat.
“Kita mengingatkan agar mereka menyampaikan tema-tema yang membangun persatuan, kebersamaan, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” pungkasnya.

