PALU – PT Bank Sulteng mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam bertransaksi digital.
Pihak Bank Sulteng mengingatkan nasabah agar selalu menjaga keamanan data pribadi dan berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan digital yang kian marak.
Direktur Utama PT Bank Sulteng, Hj Ramiyatie, menegaskan, keamanan transaksi merupakan tanggung jawab bersama antara pihak perbankan dan nasabah.
“Kami mengajak seluruh nasabah untuk tidak pernah membagikan data pribadi seperti User ID, Password, PIN, OTP maupun nama ibu kandung kepada siapapun. Bank tidak pernah meminta data rahasia tersebut dalam bentuk apa pun,” tegasnya.
Dalam imbauannya, Bank Sulteng menekankan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan nasabah. Pertama, menjaga kerahasiaan data pribadi dan tidak membagikan informasi sensitif kepada siapa pun.
Kedua, waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital. Masyarakat diminta tidak mengklik tautan mencurigakan yang dikirim melalui WhatsApp, SMS, maupun email yang mengatasnamakan instansi tertentu.
“Modus yang kerap digunakan antara lain aplikasi palsu (APK), pembaruan data KTP digital, tagihan pajak, layanan customer service palsu, hingga iming-iming hadiah undian dan promo,” katanya.
Ketiga, memastikan transaksi hanya dilakukan melalui kanal resmi seperti ATM dan layanan Bank Sulteng Mobile.
Keempat, menggunakan perangkat dan jaringan yang aman. Nasabah diimbau menghindari penggunaan Wi-Fi publik atau perangkat bersama saat melakukan transaksi keuangan.
Kelima, selalu memeriksa dan memantau setiap transaksi. Nasabah disarankan mengaktifkan notifikasi transaksi serta segera melaporkan kepada pihak Bank Sulteng apabila menemukan aktivitas mencurigakan.
“Hindari menggunakan Wi-Fi publik atau perangkat bersama saat melakukan transaksi keuangan. Pastikan selalu mengecek detail transaksi dan segera melapor apabila ada aktivitas yang mencurigakan,” tambah Hj Ramiyatie.

