PALU – PT Bank Sulteng kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang mengatasnamakan TASPEN.

Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk perlindungan kepada nasabah dan masyarakat, khususnya para pensiunan dan peserta TASPEN.

Direktur Utama PT Bank Sulteng, Hj Ramiyatie, menegaskan bahwa maraknya penipuan digital memerlukan perhatian serius dan literasi keuangan yang kuat dari masyarakat.

“Waspada penipuan mengatasnamakan TASPEN. TASPEN tidak pernah meminta verifikasi data pribadi melalui WhatsApp, SMS, atau tautan mencurigakan. Jika menerima informasi yang meragukan, segera hubungi Call Center TASPEN 1500 919,” tegas Hj Ramiyatie.

Ia menjelaskan bahwa berbagai modus yang sering digunakan pelaku antara lain phishing melalui email atau pesan singkat dengan tautan berbahaya, spoofing dengan penawaran bonus atau dana tertentu, penipuan berkedok pajak atau pembaruan data karyawan, hingga rekrutmen palsu yang meminta biaya pendaftaran.

Menurutnya, rekrutmen resmi TASPEN tidak pernah memungut biaya dalam bentuk apa pun. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Bank Sulteng bersama TASPEN juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar selalu menjaga kerahasiaan data pribadi dan tidak membagikan informasi sensitif kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.

“Tetap waspada, lindungi data pribadi Anda. Keamanan transaksi dan perlindungan data adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Melalui kampanye edukatif ini, Bank Sulteng berharap masyarakat semakin cerdas dalam menyikapi informasi digital serta terhindar dari praktik kejahatan siber yang merugikan.