PALU – Bank Sulteng resmi memperkenalkan layanan Smart Brand sebagai bagian dari langkah transformasi digital sekaligus penguatan identitas perusahaan di tengah perkembangan industri perbankan modern.
Peluncuran Smart Brand ini menjadi strategi penting dalam membangun citra yang lebih kokoh, adaptif, dan terpercaya di tengah persaingan sektor jasa keuangan yang kian kompetitif.
Direktur Utama Bank Sulteng, Hj. Ramiatie, menjelaskan bahwa Smart Brand bukan sekadar perubahan tampilan, melainkan penguatan identitas secara menyeluruh. Konsep tersebut mencakup nilai perusahaan, kualitas pelayanan, pengalaman nasabah, hingga strategi komunikasi yang terintegrasi.
“Smart Brand ini menjadi komitmen kami untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih modern, terpercaya, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah,” ujar Hj. Ramiatie.
Melalui implementasi Smart Brand, Bank Sulteng menargetkan peningkatan kepercayaan dan kredibilitas di mata masyarakat.
Dalam dunia perbankan, kata dia, kepercayaan menjadi aspek fundamental karena berkaitan langsung dengan keamanan dana serta kenyamanan bertransaksi.
Selain memperkuat kepercayaan, Smart Brand juga diharapkan mampu meningkatkan loyalitas nasabah. Identitas yang konsisten dan kuat diyakini dapat membuat nasabah tetap memilih layanan Bank Sulteng dalam jangka panjang dan tidak mudah berpindah ke lembaga keuangan lain.
Dari sisi pengembangan pasar, strategi ini membuka peluang untuk memperluas segmen nasabah, khususnya generasi muda dan pengguna layanan digital. Citra modern, aman, dan mudah diakses dinilai menjadi daya tarik utama di era digital banking.
Smart Brand juga memberikan nilai tambah dalam hal daya saing. Dengan diferensiasi yang jelas, Bank Sulteng dapat tampil lebih menonjol di antara berbagai pilihan layanan keuangan, baik dari bank nasional maupun lembaga keuangan berbasis digital.
Penguatan brand turut berdampak pada efektivitas pemasaran. Identitas yang kuat memudahkan penyampaian pesan produk dan promosi kepada masyarakat, sehingga peluncuran layanan baru dapat dilakukan secara lebih optimal dan efisien.
Tak hanya berdampak eksternal, strategi ini juga memperkuat internal perusahaan. Penguatan brand mendorong terbentuknya budaya kerja yang solid sekaligus meningkatkan daya tarik institusi bagi talenta profesional. ***

