PARIMO – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong menggelar pangan murah di 11 kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan bersama pengendalian harga pangan melalui program Gerbang Desa, dengan tujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Ramadhan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parimo, Sofiana, mengatakan program pengendalian harga pangan ini diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Meski minat belanja warga cukup tinggi, ketersediaan stok disesuaikan dengan kemampuan subsidi dari pemerintah.

“Komoditas yang disiapkan antara lain gula pasir sebanyak lima ton, minyak kita 400 karton, beras lima ton, telur, bawang putih, bawang merah, serta rica yang dijual kepada masyarakat melalui gerakan pengendalian harga pangan,” ungkap Sofiana saat ditemui, Rabu (18/2).

Ia menyebutkan, setiap kecamatan disiapkan paket bahan pokok yang dijual kepada masyarakat sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran. Pelaksanaan pangan murah ini akan berakhir di Kecamatan Parigi agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat Parimo.

Menurutnya, gerakan pangan murah juga akan kembali dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri, khususnya di wilayah yang belum tersentuh program tersebut. Pangan murah menjadi salah satu program unggulan Dinas Ketahanan Pangan Parimo dalam menjaga stabilitas harga pangan.

“Dalam penjualan, bahan pokok telah dipaketkan. Setiap paket berisi dua kilogram minyak kita dan beras, dengan harga Rp55.000, menyesuaikan standar daya beli masyarakat,” jelasnya.

Sofiana menambahkan, keterbatasan anggaran subsidi menyebabkan jumlah bahan pokok yang dijual masih terbatas. Pihaknya hanya menyiapkan sekitar 500 kilogram bawang merah dan bawang putih, serta 750 rak telur.

Selain bahan pangan, gerakan pangan murah ini juga menyediakan bibit rica dan terong yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Total bibit yang disiapkan sebanyak 1.000 bibit.