PALU – Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Pemuda Alkhairaat (PP HPA), Ashar Yahya, menyampaikan kesiapan pelaksanaan program pengkaderan Alkhairaat yang direncanakan berlangsung pada akhir Februari atau awal Ramadan 1447 Hijriah. Hal itu disampaikan Ashar saat diwawancarai, Senin (17/2), di Gedung PB Alkhairaat Lantai II, Jalan SIS Aljufri, Palu.
Ashar menjelaskan, pengkaderan Alkhairaat merupakan bagian dari langkah optimalisasi organisasi dalam mempersiapkan kader-kader terbaik Alkhairaat, sekaligus sebagai penguatan menjelang momentum musyawarah nasional (Munas).
“Pengkaderan Alkhairaat secara menyeluruh. Semua badan otonom (banom) yang ada di perhimpunan Alkhairaat akan dilibatkan dan bergabung bersama,” ujarnya.
Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan di Masjid Raya Baitul Khairaat dan diikuti oleh sejumlah badan otonom (Banom) Alkhairaat.
Menurut Ashar, tujuannya menciptakan kader militan yang memiliki pemahaman kuat tentang nilai-nilai kealkhairaatan. Para peserta nantinya akan dipersiapkan untuk menjadi penggerak organisasi.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta akan mendapatkan materi dari tokoh Alkhairaat yang dinilai mumpuni secara intelektual serta memiliki pengalaman panjang dalam berorganisasi.
Sejumlah narasumber yang direncanakan hadir antara lain ketua Umum PB Alkhairaat. Materi yang diberikan akan berfokus pada penguatan ideologi kealkhairaatan, militansi kader, penguatan kelembagaan, serta komitmen dalam menjaga marwah dan produk yang dirumuskan oleh organisasi.
Saat ditanya terkait kepesertaan, Ashar menargetkan sekitar 200 orang dengan melibatkan unsur pengurus dan organisasi otonom. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kualitas kader tetap menjadi prioritas utama.
“Kalau pun tidak sampai 200 peserta, yang terpenting adalah bagaimana kita menciptakan kader yang berkualitas dan siap mengabdi,” tandasnya.

