PALU – Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) Sulawesi Tengah resmi terbentuk. Kepastian itu disampaikan dalam rapat pembahasan program kerja yang digelar di kediaman Ketua Dewan Pembina AKTI Sulteng, Moh Nizam, di Kelurahan Bayaoge, Senin malam (16/2).
Rapat tersebut dihadiri Ketua Dewan Pembina AKTI Sulteng Moh Nizam bersama Ketua AKTI Sulteng Zainuddin Tambuala serta seluruh jajaran pengurus lainnya. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam menyusun arah dan strategi organisasi agar dapat berjalan terstruktur dan berkelanjutan.
Moh Nizam menyampaikan bahwa terbentuknya AKTI Sulteng menjadi momentum penting agar Sulawesi Tengah dapat sejajar dengan daerah lain dalam pengembangan kungfu tradisional, khususnya di bawah naungan Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia yang merupakan bagian dari induk organisasi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
“Sebagai organisasi yang baru terbentuk, langkah pertama yang harus dilakukan adalah konsolidasi organisasi. Ini syarat vital agar kepengurusan solid dan memiliki arah yang jelas,” ujar Moh Nizam kepada media ini, diwawancarai lewat WhatsApp pribadinya.
Selain konsolidasi AKTI Sulteng juga akan segera menggelar rapat kerja (raker) guna menyusun program kerja yang terarah, terukur, efektif dan efisien. Penyusunan program tersebut dinilai penting agar seluruh agenda pembinaan dapat berjalan sistematis.
Menurutnya, AKTI hadir sebagai wadah bagi organisasi-organisasi kungfu tradisional termasuk perguruan-perguruan kampung yang selama ini belum terdata secara maksimal. Melalui pendataan dan pembinaan yang berkelanjutan diharapkan akan lahir atlet-atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Tengah di tingkat regional maupun nasional.
“Kita ingin melakukan pendataan dan pembinaan secara serius. Harapannya akan muncul atlet-atlet potensial yang bisa berprestasi dan membanggakan daerah kita,” tambah Nizam yang merupakan mantan Kasat Pol PP Provinsi Sulteng.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen seluruh pengurus, AKTI Sulteng optimistis dapat menjadi motor penggerak pelestarian sekaligus pengembangan kungfu tradisional di Bumi Tadulako.

