PARIGI – Pengurus Daerah (PD) Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kabupaten Parigi Moutong, menggelar kegiatan semarak menyambut Ramadhan (Tarhib), di Masjid kompleks Pondok Pesantren Lisanul Arab Parigi, Kota Parigi, Ahad (15/02).

Kegiatan yang mengangkat teman “Ramadhan Bersama Keluarga Tangguh” terlaksana atas kerja sama dengan Yayasan Lisanul Arab Parigi, serta disupport beberapa lembaga lainnya, di antaranya, Yayasan Persaudaraan Kaili Sulawesi Tengah, Dompet Dhuafa, dan Ikadi Parigi.

Hadir sebagai narasumber konselor keluarga nasional, Suriyati. Mulai pukul 09.00 sampai 12.00, konselor dari Semarang Jawa Tengah tersebut, menyampaikan materinya dengan apik, yang membuat seluruh peserta tarhib tidak bosan dan tetap antusias sampai akhir kegiatan.

“Kami juga mengundang Ormas Perempuan di Parigi, ada Wanita Islam Alkhairaat, Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah serta beberapa organisasi lainnya. Alhamdulillah, semua antusias hadir dalam acara,” kata Ketua PD Salimah Parigi Moutong, Suciati.

Ketua Yayasan Lisanul Arab Parigi, Ustadz Abdul Muhid, bersyukur atas terselenggaranya Tarhib hasil kolaborasi antara yayasan yang dipimpinnya, dengan PD Salimah Parigi Moutong.

Alumni Al-Azhar Kairo Mesir ini berharap, kolaborasi tersebut, bisa berkesinambungan di masa-masa yang akan datang.

Pada kesempatan itu, Ketua PW Salimah Sulteng, Sumiaty, lebih banyak melakukan sosialisasi tentang Salimah dan program-programnya.

Menurutnya, Tarhib Ramadhan 1447 H, merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara nasional, termasuk di Sulawesi Tengahg yan sampai dengan saat ini, hampir seluruh PD telah melaksanakan tarhib Ramadhan.

“Alhamdulillah Bapak Ibu, Salimah sudah ada di seluruh Provinsi se-Indonesia, kecuali masih ada dua lagi provinsi yang sedang persiapan deklarasi. Begitu pun di Sulteng, sudah ada di 10 kabupaten dan kota, kecuali Morowali Utara, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan yang insya Allah targetnya tahun ini sudah deklarasi,” katanya.

Suriyati membawakan materi dengan moderator, Abdul Hanif ibn Djaiz, Ketua Yayasan Persaudaraan Kaili Sulawesi Tengah.

Dalam paparan materinya, selain mengungkap beberapa kasus-kasus keluarga yang banyak dia temui di ruang konseling, Suriyati juga menguraikan tentang pembagian peran antara ayah dan ibu.

“Banyak masalah yang terjadi dalam keluarga saat ini, tidak lepas dari akar masalahnya dari sejak kecil. Bahkan luka pengasuhan itu, jika tidak diselesaikan, itulah yang sering menjadi akar masalah dalam keluarga,” katanya.

Ramadhan, kata Suriyati, adalah momen ibadah dan menjadi kesempatan untuk keluarga dalam merekatkan relasi dan hubungan yang lebih hangat.

“Jangan sampai kesempatan yang Allah berikan ini, terlewat begitu saja tanpa ada yang membekas. Jadikan momen Ramadhan ini, kesempatan bagi kita untuk makin merekatkan hubungan antar sesama anggota keluarga,” tandasnya. ***