SIGI – Sebuah kisah sederhana namun menyentuh hati datang dari MTs Alkhairaat Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru. Seorang siswi kelas 7C bernama Nur Rahmadani mendadak viral setelah secarik surat yang ia tulis untuk pengelola Makan Bergizi Gratis (MBG) ditemukan di dalam omprengan makanannya.
Surat itu bukan berisi keluhan. Bukan pula permintaan berlebihan. Dengan tulisan tangan polos, Rahmadani hanya ingin satu hal: agar menu MBG pada Jumat, 13 Februari 2026, dibuat lebih enak. Alasannya sederhana namun penuh cinta—ia ingin memberikannya kepada sang ayah yang berulang tahun ke-57.
“Kak MBG bisa tidak hari Jumat makanannya kasi enak, karena besok ulang tahunnya papaku, saya tepunya uang untuk belikan hadiah, jadi saya mau kasi MBGku saja. Jadi besok MBG nya kasi enak mo, supaya itu bisa jadi kado buat papaku pliis,” tulisan anak itu.
Kalimat itu ia titipkan diam-diam di dalam omprengan, berharap pengelola MBG Wilayah Biromaru membacanya. Tak ada yang menyangka, pesan kecil tersebut justru menggerakkan banyak hati.
Kepala Madrasah Tsanawiyah Alkhairaat, Hj. Hadija, mengaku pihak sekolah awalnya tidak mengetahui aksi siswinya itu.
“Kejadian ini sampai viral. Kami juga tidak mengetahui anakda Nur Rahmadani kalau dia ada menulis surat ke MBG dan meminta pengelola MBG untuk memasak menu di hari Jumat agar lebih enak,” kata Hadija.
Cerita bermula ketika pengelola MBG menemukan secarik kertas dalam omprengan yang berisi permintaan agar menu Jumat dibuat lebih istimewa. Mereka kemudian meminta bantuan pihak sekolah untuk mencari tahu siapa penulisnya.
“Saya disampaikan demikian langsung bersama teman-teman mencoba mencari tahu siapa siswa kami yang menulis surat tersebut. Malam Jumat itu, kami menanyakan sama siswa dan akhirnya menemukan siapa yang menulis surat ke MBG tersebut,” ungkap Hadija.
Setelah Rahmadani diketahui sebagai penulis surat tersebut, kisahnya cepat menyebar dan menjadi viral. Momen ulang tahun sang ayah pun berubah menjadi lebih istimewa. Pengelola MBG menghadirkan kejutan berupa kue ulang tahun, disusul perhatian dan bantuan dari berbagai lembaga maupun perorangan yang turut tersentuh oleh ketulusan hati siswi tersebut.
Bagi pihak sekolah, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa nilai kasih sayang dan bakti kepada orang tua tumbuh dari hal-hal sederhana. Hj. Hadija pun menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberi perhatian.
“Kami mengucapkan terima kasih pada semua pihak dan juga pada pihak pengelola MBG yang ada di Kecamatan Biromaru. Dan semoga program pemerintah ini terus berlanjut karena memberikan dampak positif bagi anak didik di Indonesia,” tutupnya.

