PALU – Menjelang bulan suci Ramadan 1427 Hijriah, sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Palu mulai merangkak naik. Lonjakan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit dan cabai keriting yang dalam sepekan terakhir mengalami kenaikan signifikan.
Pantauan MAL Online, di Pasar Inpres Manonda, Rabu (12/2), menunjukkan harga cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp35.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Sementara cabai keriting yang pekan lalu dijual Rp20.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp35.000 per kilogram.
Pedagang menyebutkan, kenaikan harga dipicu oleh kombinasi berkurangnya pasokan dan meningkatnya permintaan masyarakat yang mulai berbelanja kebutuhan Ramadan.
“Pasokan dari luar daerah berkurang karena cuaca kurang bagus apalagi saat ini sudah jarang hujan jadi cabe lokal berkurang. Sementara permintaan naik karena masyarakat mulai belanja untuk persiapan Ramadhan,” ujar Rahma, pedagang bumbu di Pasar Inpres Manonda, kepada media ini, Rabu (12/2).
Pedagang lainnya, Marwah Nawir, mengungkapkan bahwa tren kenaikan sudah terjadi sejak awal pekan dan berpotensi terus berlanjut hingga awal Ramadan.
“Tapi untuk harga perbawangan masih normal, bawang merah masih harga Rp 40.000 perkilogram dan bawang putih Rp 40.000 perkilogram. Begitu penja halus masih harga Rp120.000 perkilogram dan penja besar Rp 100.000 perkilogram,” ujarnya.
Untuk komoditas lainnya, harga tomat tercatat Rp10.000–Rp12.000 per kilogram, kentang Rp16.000 per kilogram, dan wortel Rp16.000 per kilogram. Sementara itu, harga ayam potong juga mulai menunjukkan kenaikan meski belum terlalu signifikan, dengan ayam jumbo mencapai Rp85.000 per ekor, ayam besar Rp80.000 per ekor, dan ayam sedang Rp70.000 per ekor.
Kenaikan harga cabai berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Sejumlah pembeli mengaku terpaksa mengurangi jumlah belanja agar pengeluaran tetap terkendali.
“Biasanya beli satu kilo, sekarang paling setengah kilo saja karena mahal sekali,” kata Nurhayati, warga Birobuli Selatan.
Warga berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pengawasan harga di pasar, serta memastikan ketersediaan stok bahan pokok agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat menjelang bulan suci Ramadan 1427 Hijriah.

