PALU – Pengurus dan anggota Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Palu dan sekitarnya, mendapatkan tambahan wawasan terkait manajemen pola hidup sehat.
Tausiah terkait pola hidup sehat, disampaikan Defrizal Siregar, S.Or, AIFO, FIT, Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Olah Raga DPP PKS, Senin (09/10).
Ketua DPW PKS Sulteng, Muhammad Wahyuddin, dalam sambutannya, mengatakan, sehat adalah aset. Dengan kondisi badan yang fit dan sehat, maka ibadah akan lebih maksimal.
Begitupun dalam menjalankan amanah dakwah, jika dalam keadaan sehat maka akan lebih maksimal.
“Sebaliknya, kalau tidak sehat atau tidak fit, maka ibadah tidak maksimal. Kegiatan malam ini, merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk sehat. Silakan diserap semua tentang tips sehat dan pengetahuan tentang gaya hidup sehat yang disampaikan Coach Defrizal,” kata Wahyuddin.
Dalam paparannya, Coach Defrizal, mengatakan, 100 persen penyakit degeneratif, disebabkan menurunnya fungsi metabolisme atau sindrom metabolik.
“Kita kadang rajin makan, rajin rapat tapi jarang gerak. Kenapa ya setiap kali rapat harus ada makannya,” katanya.
Menurutnya, ketika tubuh manusia hanya dipakai buat makan saja, dan cuma rapat tanpa ada gerak, maka kalori yang dikeluarkan tidak tinggi, maka akan terjadi surplus.
Kata dia, penyakit utama manusia adalah lemak. Ketika lemak ini menumpuk, maka akan menjadi toksik dalam tubuh manusia.
“Coba kita tes. Tensi tinggi gara-gara apa? Ayo. Kenal tuh orang hipertensi kemarin yang cek kesehatan siapa tuh? Tensinya tinggi, asam urat gara-gara apa? Makanan. Semuanya makanan, gula darah tinggi gara-gara apa? Juga karena makanan,” tambahnya.
Sebagai orang yang mengaku sebagai pengikut Rasulullah, kata dia, maka harus selalu menjaga kondisi badan dan sehat.
Sebab bukan hanya Rasulullah, tetapi para sahabat utama semuanya sehat, sehingga mereka mampu berperang walaupun dalam keadaan berpuasa. Apalagi aktivitas lainnya.
Di dalam lingkungan PKS, katanya, sudah ada panduan hidup sehat. Selain menjaga pola makan dan bentuk makanan yang dikonsumsi
Kader dakwah, kata Defrizal, juga harus rajin olahraga. Saat ini di kantor DPP, sudah mulai dikurangi gorengan, lebih banyak mengonsumsi buah.
Selain itu, mulai dari Presiden PKS, Ketua Majelis Syuro hingga seluruh sturktur DPP PKS, secara rutin berolahraga.
“Mulai dari jogging, hingga olahraga yang disukai oleh masing-masing pengurus. Intinya semua harus berolahraga,” kata Defrizal yang mengaku dalam setiap dua rakaat giyamul lail, melakukan 20 hingga 50 kali push up.
Ia berharap, tema kegiatan, menuju bugar sepanjang usia, tidak hanya sekadar slogan, tetapi dibarengi dengan komitmen untuk mulai melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
“Lebih baiknya apa? Dalam semua konteks. Knowledge kita, pengetahuan kita, ruh kita, ibadah kita, sholat kita, tilawah kita, qiyamulail kita, puasa kita. Saya nggak mau menafikan olahraga saya ketika Ramadan. Jadi gak ada tuh istilahnya Ramadan olahraganya dipuasakan juga. Janganlah,” tegasnya.
Kata dia, Ramadahan adalah momentum yang berharga. Ketika Ramadan, Rasulullah juga melakukan detoks atau pembersihan diri.
“Silakan telusuri shirah Beliau, tidak ada sejarahnya di bulan Ramadan itu Rasulullah tidak berjuang dengan para sahabat. Kemenangan perang di bulan Ramadan itu luar biasa,” tandasnya. ***

