PALU- Sebuah postingan beredar di media sosial, seorang Pasien Onkologi Ginekologi mengaku kecewa menyusul Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tidak memperpanjang kontrak kerja dokter subspesialis onkologi ginekologi dr Herdana.
Nan** Ka***** melalui postingan di Info Kota Palu belum lama ini mengatakan, “pelayanan RS Undata kemarin saat dr Herdana bertugas sangat bagus, sudah mulai lengkap dan kami pejuang kanker sudah tidak perlu lagi berobat ke luar daerah. tetapi sekarang dokter subspesialis onkologi ginekologinya malah di berhentikan. “Buat bpk gubernur Sulteng dan menejemen RSUD Undata palu kami pasien sangat butuh juga dokter subspesialis onkologi ginekologi, bukan malah di alihkan sementara ke dokter lain, tolong kalau bisa dokter Herdana di pakai kembali di RS Undata karena pelayanan dan kinerja dokter Herdana juga sangat bagus. Saya tidak habis pikir RS daerah pasangkayu saja bisa kontrak dokter subspesialis tpi RS sebesar Undata malah memberhentikan beliau dgn alasan administratif,” sesal pasien tersebut.
Menanggapi itu, Direktur RSUD Undata Palu dr Nurlela Harate mengatakan, bahwa yang terjadi bukan pemutusan kontrak di tengah jalan, melainkan masa kontrak dokter Herdana yang telah berakhir.
“Perlu kami luruskan, bukan diputus kontrak. Masa kontraknya memang berakhir per 31 Desember 2025. Kalau dibilang putus kontrak, itu seolah-olah masih berjalan lalu dihentikan, padahal tidak begitu,” ujar direktur RS Undata Palu dr Nurlela Harate kepada media ini, Selasa (11/2).
Ia menjelaskan, sesuai regulasi, kontrak yang telah berakhir harus diajukan kembali melalui mekanisme baru. Namun, dalam proses negosiasi perjanjian kontrak lanjutan, kedua belah pihak tidak menemukan titik temu.
“Dengan berat hati, kami harus mengakhiri kontrak sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien onkologi kandungan atau onkologi ginekologi, tetap berjalan seperti biasa.
“Pelayanan tetap berkesinambungan. Pasien onkologi kandungan tetap dilayani oleh dokter spesialis kandungan seperti sebelum adanya dokter onkologi ginekologi,” katanya.
Menurutnya, para dokter spesialis tetap bekerja sesuai kewenangan dan kompetensinya. Layanan operasi hingga kemoterapi juga dipastikan tidak terhenti.
“Untuk kemoterapi, saat ini masih berjalan. Bahkan ada pasien-pasien yang kemoterapinya tetap dilanjutkan, ditangani oleh dokter bedah onkologi maupun dokter ginekologi,” jelas direktur RSUD Undata Palu yang baru ini.
Ia menambahkan, pelayanan bedah digestif juga tetap berjalan normal. RSUD Undata memiliki empat dokter bedah umum yang siap menangani kasus bedah digestif sesuai standar penanganan klinis.

