JAKARTA – Universitas Tadulako (Untad) memperluas perannya dalam pengembangan ekosistem halal melalui kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman, di Gedung BPJPH, Jakarta Timur, Rabu (4/2).

Nota Kesepahaman ini ditandatangani oleh Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, dan Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng.

Kerja sama tersebut fokus pada implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mencakup pendidikan, riset kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, serta pelatihan dan penguatan kompetensi sumber daya manusia di bidang jaminan produk halal.

Melalui kolaborasi ini, Untad dan BPJPH akan mendorong pengembangan kurikulum jaminan produk halal pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari diploma, sarjana, hingga pascasarjana.

Upaya ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan tenaga ahli halal yang terus meningkat seiring pertumbuhan industri halal di Indonesia.

Momentum kerja sama ini bersamaan dengan agenda nasional yang menghadirkan kolaborasi internasional antara Indonesia dan Kerajaan Yordania dalam bidang jaminan produk halal.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Untad bertemu dengan Duta Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania untuk Indonesia, Sudqi Attalah Al Omoush, membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan dan industri halal.

Pemerintah Yordania berencana menjalin kemitraan dengan 15 perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Untad, sebagai bagian dari upaya internasionalisasi universitas dalam pertukaran pengetahuan, riset bersama, dan penguatan jejaring global.

Rektor Untad, Prof. Amar, didampingi oleh jajaran pimpinan universitas, antara lain Ketua Senat, Prof. Dr. Djayani Nurdin, Kepala LPPM, Dr. Lukman, Anggota Dewan Pertimbangan, Prof. Dr. Sutarman Yodo, Rektor periode 2019-2023. Prof. Dr. Mahfud; Sekretaris Senat, Ir. Iqbal dan Kepala Halal Center LPPM, Budi, M.Pd. **