PARIMO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong mencatat lonjakan signifikan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak awal 2026. Hingga awal Februari, total kejadian karhutla telah mencapai 20 kasus.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Parimo Rivai, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari 2026 tercatat sebanyak 15 kejadian karhutla. Sementara pada awal Februari, hanya dalam satu hari ditemukan lima titik kebakaran baru.

“Dengan tambahan lima kejadian di awal Februari, total karhutla yang tercatat hingga saat ini mencapai 20 kejadian,” ungkapnya saat ditemui di Kantor BPBD Parimo, Senin (2/2).

Rivai menjelaskan, meningkatnya jumlah karhutla tersebut bukan semata-mata dipengaruhi faktor alam, melainkan lebih banyak dipicu oleh aktivitas masyarakat, khususnya pembakaran lahan saat membersihkan kebun.

“Api yang awalnya kecil sering kali dibiarkan, lalu membesar dan sulit dikendalikan, sehingga meluas menjadi kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

Sejumlah wilayah terdampak karhutla di antaranya Desa Ovolua, Kecamatan Parigi Utara, dan Desa Jononunu, Kecamatan Parigi Tengah. Pola kejadian di kedua wilayah tersebut dinilai serupa, yakni berasal dari aktivitas pembakaran lahan oleh warga.

Selain itu, BPBD juga mencatat adanya kejadian kebakaran berulang di lokasi yang sama, seperti di Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, serta Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi.

Terkait upaya pencegahan, BPBD Parimo mengaku telah melakukan berbagai langkah, termasuk menyampaikan imbauan langsung kepada masyarakat dan menerbitkan surat edaran larangan pembakaran lahan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena berisiko menimbulkan kebakaran yang meluas dan membahayakan lingkungan serta keselamatan warga,” pungkasnya.