PALU – Jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Tengah bersama BAZNAS Kota Palu, melakukan kunjungan audiensi ke Markas Komando Daerah Militer XXIII/Palaka Wira.

Kunjungan tersebut, diterima langsung Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI J. Binsar Parluhutan Sianipar, guna membahas rencana kolaborasi pengumpulan zakat di lingkungan TNI.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua BAZNAS Sulteng, Hatamuddin Thamrin, didampingi Wakil Ketua 1 Bidang Pengumpulan, Ashari. Sementara dari pihak Ketua BAZNAS Kota Palu, Muchlis A. Mahmud, bersama Wakil Ketua 1 Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Palu, Abd. Aziz Tammauni, MM.

Dikesempatan tersebut, Hatamuddin Thamrin memperkenalkan secara menyeluruh peran BAZNAS Sulteng sebagai lembaga negara non-struktural yang berfokus pada kesejahteraan umat. Dirinya juga menekankan pentingnya dukungan institusi TNI dalam memperkuat otoritas pengelolaan zakat di wilayah Sulawesi Tengah.

“Kami datang untuk menjalin silaturahmi sekaligus membuka pintu kerja sama. BAZNAS membutuhkan mitra strategis seperti TNI untuk memastikan zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara amanah dan profesional demi menuntaskan kemiskinan di daerah kita,” ujar Hatamuddin.

Senada dengan hal itu, Muchlis A. Mahmud selaku Ketua BAZNAS Kota Palu, menyampaikan bahwa, kolaborasi ini akan memperkuat basis data dan jangkauan distribusi zakat, khususnya di wilayah perkotaan yang bersinggungan langsung dengan satuan-satuan TNI.

Sisi teknis pengumpulan Waka 1 BAZNAS Sulteng Ashari memberikan gambaran mengenai mekanisme Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Ia menjelaskan bahwa, pembentukan UPZ di lingkungan Kodam akan memfasilitasi para prajurit untuk berzakat secara lebih terorganisir. “Potensi zakat profesi di lingkungan TNI sangat besar. Jika ini dikelola melalui UPZ resmi, dampaknya bagi kemaslahatan masyarakat akan sangat signifikan,” jelasnya.

Sementara Abd. Aziz Tammauni Waka 1 BAZNAS Kota Palu menekankan bahwa, transparansi akan menjadi prioritas utama dalam kerja sama ini, sehingga setiap rupiah yang disalurkan oleh prajurit dapat dipertanggungjawabkan secara berkala.

Pangdam Mayjen TNI J. Binsar Parluhutan Sianipar, menyambut hangat kehadiran para pimpinan BAZNAS. Dia mengapresiasi program-program kemanusiaan yang dipaparkan dan menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti pertemuan ini ke arah yang lebih formal.

Pihaknya menyambut baik inisiatif ini dan pertemuan hari ini adalah langkah awal yang sangat baik sebelum nantinya kita tuangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU).

“Saya sangat setuju bahwa, zakat harus dikelola secara profesional agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegas Binsar.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepakatan untuk segera menyusun draf MoU sebagai landasan hukum kerja sama antara BAZNAS Sulteng dan pihak Kodam di masa mendatang. ***