BAGI warga Kota Palu maupun luar Kota Palu, sedang memiliki hajat atau keperluan urusan individu atau keluarga di Kota Palu, namun tidak memiliki sanak saudara, kerabat atau keluarga maupun relasi, terbatas finansial ingin sekadar istrahat atau menginap, tidak perlu khawatir. Masjid Hamzah terletak di Jalan Soekarno Hatta, Kota Palu bisa menjadi alternatif pilihan.

Masjid Hamzah baru dibangun, sekira setahun lalu, atas dana pribadi pengusaha Farid, kini memperluas bangunan. Saat ini tengah membangun ruang istrahat atau menginap bagi para musafir.

Bangunan terletak berdempetan depan masjid tersebut memiliki ruang tidak bersekat. Luasnya 4 X 3 meter persegi. Gedung itu diperuntukan untuk tempat istrahat bagi musafir secara gratis.

Dari bangunan tersebut para musafir bisa menikmati pemandangan Kota Palu dan merasakan desiran angin, sebab berada di ketinggian.

Jefri Yawan, marbot Masjid Hamzah, menjelaskan fasilitas rumah singgah musafir di lingkungan masjid ini, baru beroperasi tiga bulan terakhir, meskipun pembangunan masjid sudah berjalan kurang lebih satu tahun.

“Selama masa operasional, rumah singgah telah dimanfaatkan sejumlah musafir, termasuk satu keluarga asal Toraja, menginap selama satu malam, sebab menunggu anggota keluarga datang dari Kalimantan,” katanya.

Ia mengatakan, rumah singgah tersebut diperuntukkan bagi musafir sebagai bentuk kepedulian sosial masjid.

Saat ini kata dia, fasilitas tersedia masih terbatas pada tempat istrahat, namun kedepan pengelola berencana menambah layanan pendukung seperti menyediakan kopi, sarung, bantal dan lainnya.

“Konsep pengelolaan rumah singgah tersebut terinspirasi dari masjid-masjid pulau Jawa yang ramah bagi musafir,” katanya.

Ia menambahkan, Masjid Hamzah dibangun secara pribadi oleh Farid, lalu mewakafkan bagi kepentingan umat, termasuk penyediaan fasilitas sosial seperti rumah singgah.

Semoga dari apa dilakukan Masjid Hamzah menjadi inspirasi bagi pengelola masjid-masjid lainnya.