POSO – Langkah strategis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Poso dalam membenahi Laboratorium Bahan Konstruksi mulai menunjukkan hasil nyata.

Upaya modernisasi laboratorium tersebut terbukti efektif menjadi salah satu mesin peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pembenahan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengadaan peralatan laboratorium berstandar modern, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), hingga penguatan sistem layanan pengujian material konstruksi yang akurat dan andal.

Laboratorium PUPR kini difokuskan untuk melayani kebutuhan pengujian proyek pemerintah maupun swasta.

Kepala UPTD Peralatan Dinas PUPR Kabupaten Poso, Dedi Dg Parani, menegaskan bahwa pembenahan laboratorium merupakan bagian dari strategi daerah untuk mendorong peningkatan PAD melalui sektor jasa teknis.

“Pembenahan laboratorium ini tidak lain untuk memacu Pendapatan Asli Daerah. Kami ingin memastikan laboratorium PU benar-benar berfungsi optimal dan profesional,” ujar Dedi mendampingi teknisi saat memaparkan penggunaan peralatan laboratorium baru, Rabu (28/1).

Ia menjelaskan, Dinas PUPR Poso secara intensif menggelar pelatihan teknis pengujian material konstruksi guna memastikan para teknisi laboratorium memiliki sertifikasi serta keahlian yang sesuai dengan standar terkini.

Fokus layanan pengujian meliputi aspal, beton, tanah, dan berbagai material konstruksi lainnya yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur. Seluruh proses pengujian dilakukan dengan pendekatan profesional untuk menjamin kualitas dan keakuratan hasil.

Menurut Dedi, perbaikan sarana dan prasarana tersebut menjadikan Laboratorium PU tidak hanya sebagai penunjang kualitas infrastruktur daerah, tetapi juga sebagai kontributor signifikan bagi pendapatan daerah.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Poso di bawah kepemimpinan Bupati Verna Inkiriwang telah melakukan terobosan melalui pembenahan alat laboratorium sebagai bagian dari upaya meningkatkan PAD secara berkelanjutan.

“Kami tetap optimistis. Dengan peningkatan layanan dan kepercayaan masyarakat, Insya Allah penerimaan PAD dari sektor pengujian bahan konstruksi akan terus meningkat dari tahun ke tahun, meskipun persentase kenaikannya mungkin tidak terlalu besar,” kata Dedi.

Keberhasilan ini sekaligus menegaskan peran strategis Laboratorium Bahan Konstruksi sebagai garda terdepan dalam menjaga mutu pembangunan infrastruktur di Kabupaten Poso, sekaligus menjadi sumber pendapatan daerah yang nyata.

Dedi juga menyebut, peningkatan ruang pelayanan dan fasilitas laboratorium memberikan kenyamanan lebih bagi pelaku usaha maupun penyedia jasa konstruksi dalam melakukan pengujian material.

Saat ini, pihaknya terus memaksimalkan peran laboratorium melalui peningkatan kualitas layanan, proses akreditasi, serta perluasan cakupan pengujian sampel konstruksi guna memperkuat kontribusi terhadap PAD.

Laboratorium Dinas PUPR Poso menghasilkan PAD dari berbagai layanan teknis, antara lain pengujian tanah, aspal, dan beton, uji sampel kualitas material konstruksi, serta penyewaan alat berat maupun peralatan laboratorium.

“Optimalisasi layanan laboratorium ini diharapkan tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga menjamin mutu bangunan dan infrastruktur jalan di daerah,” pungkasnya.