PALU — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Cabang Palu menyampaikan kritik keras terhadap pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait konflik Palestina–Israel yang disampaikan dalam wawancara media di sela rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Rabu (24/9).
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menyebut bahwa perdamaian dapat terwujud apabila semua pihak mengakui, menghormati, dan menjamin keamanan Israel. Menurut Prabowo, jaminan keamanan bagi Israel menjadi prasyarat utama tercapainya perdamaian di kawasan tersebut.
Pernyataan tersebut menuai kecaman dari HMI MPO Cabang Palu. Mereka menilai sikap Presiden Republik Indonesia tidak sejalan dengan semangat konstitusi dan sikap historis bangsa Indonesia yang secara tegas mendukung kemerdekaan Palestina.
“Kami HMI MPO Cabang Palu menyampaikan duka cita yang sebesar-besarnya atas pernyataan Presiden Republik Indonesia dalam wawancara pada Rabu 24 September 2025 lalu. Pernyataan tersebut melukai rasa kemanusiaan dan solidaritas rakyat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina,” tegas pernyataan resmi HMI MPO Cabang Palu.
HMI MPO Cabang Palu menegaskan bahwa selama ini mereka secara konsisten menggelar aksi-aksi kemanusiaan untuk membela rakyat Palestina yang hingga kini masih berada dalam kondisi penjajahan. Mereka menyoroti terus terjadinya genosida, pembantaian, dan pembunuhan terhadap warga sipil Palestina.
Menurut mereka, hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia—mulai dari orang dewasa, remaja, hingga anak-anak—menunjukkan dukungan penuh terhadap pembebasan dan kemerdekaan Palestina. Oleh karena itu, pernyataan Presiden dinilai bertentangan dengan aspirasi mayoritas rakyat Indonesia.
“Semestinya jaminan keamanan bukan diberikan kepada Israel, melainkan kepada rakyat Palestina. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat Palestina tidak mendapatkan hak asasi manusia, tidak memperoleh kelayakan hidup, dan terus menjadi korban kekerasan serta uji coba persenjataan,” lanjut pernyataan tersebut.
HMI MPO Cabang Palu juga melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat, Israel, dan lembaga internasional PBB. Mereka menilai tragedi kemanusiaan di Palestina menjadi bukti gagalnya penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), demokrasi, dan kebebasan yang selama ini digaungkan dunia internasional.
“Palestina adalah bukti bahwa HAM hanyalah jargon. Tidak ada kebebasan, demokrasi runtuh, dan PBB hanya menjadi perkumpulan yang gagal menyelesaikan persoalan genosida terhadap rakyat Palestina,” tegas Ahmad Rahim selaku ketua umum HMI MPO cabang palu
Atas dasar itu, HMI MPO Cabang Palu mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada rakyat Palestina dan menegaskan kembali posisi Indonesia yang konsisten membela perjuangan kemerdekaan Palestina.
“Persoalan Palestina adalah persoalan kemanusiaan. Cukup menjadi manusia untuk melihat, merasakan, dan menentukan sikap. Hanya manusia yang mampu merasakan penderitaan manusia lainnya,” tutup pernyataan ketua umum HMI MPO cabang HMI MPO Cabang Palu.***

