PALU – Manajemen Garda Justitia FC, kembali melanjutkan proses pengontrakan pemain tahap kedua sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi Liga 4 Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sekretaris Umum Garda FC, Taufan Bustan, mengatakan pada tahap kedua ini manajemen mengontrak pemain untuk mengisi sejumlah posisi penting, mulai dari penjaga gawang, lini belakang, hingga lini tengah.

“Alhamdulillah, hari ini kami telah menyelesaikan penandatanganan kontrak untuk tujuh pemain. Mereka berasal dari Palu, Tojo Unauna, Parigi Moutong, dan Donggala,” ujar Taufan usai penandatanganan kontrak, di Palu, Selasa (27/1).

Sebelumnya, pada kontrak tahap pertama yang dilaksanakan, Ahad (18/1) lalu, manajemen Garda FC telah mengikat kontrak 16 pemain yang mengisi berbagai posisi, mulai dari lini depan hingga penjaga gawang.

“Dengan selesainya kontrak tahap kedua ini, total pemain yang telah dikontrak manajemen Garda FC berjumlah 23 pemain,” tegasnya.

Taufan menambahkan, manajemen masih berencana melaksanakan kontrak tahap ketiga untuk melengkapi sejumlah posisi yang masih kosong sesuai kebutuhan dan rekomendasi tim pelatih.

“Untuk waktu pelaksanaan kontrak tahap ketiga masih menunggu momen yang tepat. Namun, sudah ada beberapa pemain yang akan dikontrak pada tahap selanjutnya,” ungkapnya, tanpa merinci identitas pemain.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Garda FC, Abdee Mari menegaskan bahwa pihaknya memasang target tinggi pada kompetisi Liga 4 Sulteng, yakni meraih kemenangan di setiap pertandingan.

“Target kami jelas, Garda FC harus menjadi juara dalam kompetisi ini. Karena itu, Laskar Bhayangkara harus diisi oleh pemain-pemain yang memiliki mental juara,” tegas Abdee.

Ia menambahkan, proses seleksi dan scouting pemain dilakukan secara ketat dan selektif oleh tim pelatih.

“Proses seleksi sudah selesai. Saat ini scouting masih dilakukan secara tertutup. Kami tidak merekrut pemain yang bermental lemah. Semua pemain harus memiliki mental kuat dan semangat juara,” tandasnya.

Garda FC merupakan klub sepak bola anggota Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulteng yang dikelola oleh gabungan anggota Polri dan jurnalis di Kota Palu.