PALU- Serikat Buruh Transportasi Container Sulawesi Tengah (SBTCST FNPBI) menggelar audiensi dengan PT Pelindo guna membahas berbagai persoalan  dihadapi para sopir angkutan container, khususnya terkait pelayanan operasional dan keselamatan kerja, Senin (26/1).

Audiensi tersebut dilakukan menyusul adanya penurunan ritase pengangkutan container  berdampak pada produktivitas sopir. Berdasarkan keterangan Ketua SBTCST FNPBI, Moh Medianto, sebelumnya sopir mampu melakukan pengangkutan sebanyak 2–3 rit per hari, namun dalam beberapa waktu terakhir menurun menjadi 1 rit per hari.

Dalam pertemuan tersebut, PT Pelindo diwakili oleh Aris, selaku Kepala Operasional, serta Kudrat Laubu, selaku Koordinator Lapangan. Pihak Pelindo menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan proses penyesuaian terhadap penerapan sistem dan aplikasi pelayanan baru secara nasional, yang saat ini masih dalam tahap pengenalan dan pembelajaran bagi seluruh pihak terkait.

Pelindo menyampaikan bahwa perusahaan terus melakukan evaluasi dan pembenahan, termasuk rencana pembangunan gate baru serta peningkatan sistem pelayanan pada tahun ini. Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar arus keluar-masuk kontainer dan meningkatkan efisiensi kerja sopir.

Selain persoalan pelayanan, audiensi juga membahas secara serius isu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pihak PT Pelindo meminta SBTCST FNPBI sebagai organisasi menaungi para sopir untuk turut berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada anggota, khususnya terkait pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sejak memasuki hingga keluar dari area Container Yard (CY).

SBTCST FNPBI menyambut baik permintaan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk berperan sebagai mitra konstruktif, tidak hanya dalam memperjuangkan hak-hak buruh, tetapi juga dalam mendorong budaya kerja yang aman dan tertib di lingkungan pelabuhan.

Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis, terbuka, dan penuh semangat kolaborasi. Kedua belah pihak sepakat bahwa komunikasi dan kerja sama berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menciptakan pelayanan kepelabuhanan optimal serta kondisi kerja aman dan manusiawi bagi para sopir angkutan container.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal positif untuk memperkuat hubungan industrial  harmonis antara buruh transportasi container dan PT Pelindo di Sulawesi Tengah.***