PALU — Puluhan siswa tingkat SMA/MA/SMK di lingkungan Alkhairaat yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Islam Alkhairaat (PPIA) mengikuti kegiatan Up Grade Dakwah yang digelar di Ruang Rapat Pengurus Besar Alkhairaat (PBA), Sabtu (24/1).
Kegiatan tersebut bertujuan membekali para pelajar dengan wawasan, teori, serta teknik berdakwah yang relevan dengan perkembangan masyarakat saat ini. Para peserta disiapkan untuk terjun langsung ke tengah masyarakat sebagai dai muda pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah.
Ketua Umum Pengurus Besar Alkhairaat, Dr. H. S. Mohsen Alaydrus, MM, dalam arahannya menekankan pentingnya dakwah yang mampu membaca perubahan psikologi masyarakat, baik di perkotaan maupun perdesaan.
Menurutnya, perkembangan globalisasi informasi telah mengubah pola pikir masyarakat sehingga dakwah tidak lagi bisa disampaikan dengan cara-cara lama. Materi dakwah, kata ketua umum PBA, harus aktual, kontekstual, dan disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat yang dihadapi.
“Dakwah hari ini harus memahami psikologi masyarakat. Masyarakat kita berubah, maka cara berdakwah juga harus menyesuaikan. Materi harus dikemas secara aktual dan menyentuh realitas,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan militansi para peserta dalam menjalankan misi dakwah selama Ramadan. Para dai muda, lanjutnya, tidak hanya dituntut menguasai materi ceramah, tetapi juga memiliki etos kerja, dedikasi, dan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan Alkhairaat.
“Tujuan khusus kalian adalah mengemban misi Islam dan Alkhairaat. Kalian hadir sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali spirit lembaga pendidikan Alkhairaat di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dalam kegiatan up grade tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi praktis, mulai dari psikologi dakwah, penyusunan materi ceramah, retorika dakwah, hingga etika berdakwah. Mohsen menegaskan bahwa dakwah Alkhairaat harus dilakukan secara bijak, santun, dan penuh hikmah tanpa mencela atau menyerang pihak lain.
“Dakwah kita adalah dakwah yang berakhlakul karimah, memberi motivasi, menyejukkan, dan menghargai semua lapisan masyarakat,” tambahnya.
Salah satu peserta, Fikar, siswa kelas X SMK Alkhairaat, mengaku siap mengikuti safari dakwah sebagai dai muda kader Alkhairaat. Ia menilai kegiatan up grade dakwah ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan strategi berdakwah yang lebih baik.
“Saya sudah sering khutbah di kampung, biasanya di masjid wilayah Salena. Dengan kegiatan ini, saya bisa menambah wawasan dan memperbaiki cara menyampaikan dakwah,” ungkapnya.
Fikar menambahkan, dalam materi khutbahnya ia kerap menyampaikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai contoh utama dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, PBA berharap dapat melahirkan generasi dai muda Alkhairaat yang moderat, sejuk, dan mampu menjawab tantangan dakwah di tengah masyarakat yang terus berkembang. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber yakni pengasuh Ponpes Alkhairaat Putera Palu Ustadz Hadi Rumi dan Pengasuh Ponpes Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo Ustadz Ikram Arlan.

